Dari Jual Kopi, Om Liem Jadi Raja Bisnis
Menantu taipan masa Orde baru mendiang Liem Sioe Liong, Franciscus Welirang bersama kerabat Liem, Handoko memberikan keterangan mengenai prosesi pemakaman Liem Sioe Liong, di Singapura, Selasa (12/6). ANTARA/Yunianti Jannatun Naim
TEMPO.CO, Jakarta - Liem Sioe Liong lahir di Fuqing, Fujian, Cina, pada 16 Juli 1916. Ketika usianya menginjak angka 22 tahun, Liem pindah ke Indonesia, tepatnya 1938. Di Kudus, Jawa Tengah, Liem pertama kali menginjakkan kakinya.
Dalam rilis resmi Grup Salim, dikatakan jika awal bisnis Liem dimulai dari berjualan kopi dan bahan makanan. Seiring dengan berjalannya waktu, Liem mulai meraih kesuksesan. Dia pun mengubah namanya menjadi Sudono Salim. Setelah 14 tahun merambahi Jawa Tengah, Liem bermigrasi ke Jakarta pada 1952.
Di Ibu Kota, bisnis Liem tak cuma soal kopi dan makanan. Dia mulai memperluas usaha dengan membangun koneksi bersama pengusaha Tionghoa di Singapura serta Hong Kong. Bahkan waktu itu pabrik sabun milik Liem menjadi pemasok utama bagi Tentara Nasional Indonesia. Tak cukup sampai di situ, Liem masuk ke usaha tekstil dan perbankan. Dia mendirikan Bank Central Asia.
Pada 1968, Liem mendapat hak monopoli impor cengkeh. Setelah itu, di 1973, dia mendapat modal untuk mendirikan pabrik semen, Indocement. Dan pada 1990 ia memulai bisnis makanan bernama dagang Indofood.
"Ia berhasil memperluas bisnisnya ke Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika," tulis situs berita Malaysia Chronicle.
Di kalangan keluarganya, Liem dikenal sebagai suami yang penyayang dan sosok kebapakan. Meski sibuk dengan berbisnis, Liem tak pernah mengesampingkan keluarganya. Karena itu dia dianggap sebagai sosok yang kebapakan. "Liem meninggalkan seorang istri, Lie Kim Nio, anak-anak Albert, Andree, Anthoni, Mira, 14 cucu, dan enam cicit."
Liem meninggal dunia di Singapura, 10 Juni 2012, pada usia 96 tahun karena sakit yang dia derita. Hingga Ahad, 17 Juni 2012, jasad Liem belum dikebumikan. Keluarga masih menaruhnya di rumah duka Mount Vernon, Singapura. Jenazah Liem akan dimakamkan Senin, 18 Juni 2012, di taman pemakaman Cina, Choa Chu Kang.
MALAYSIA CHRONICLE | CORNILA DESYANA
Berita Terkait
500 Karangan Bunga untuk Liem Sioe Liong
Rumah Persemayaman Om Liem Tampung 1000 Orang
Fikri Jufri, Wartawan Pertama Pewawancara Om Liem
Siapa Om Liem di Mata Fikri Jufri?
Om Liem, dari Ajojing Hingga Jogging
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar














