Kata Advocaat, Rusia Tak Pantas Kalah
Dick Advocaat. REUTERS/Leonhard Foeger
Grafis Terkait
Foto Terkait
Topik
TEMPO.CO, Warsawa - Rusia harus menelan pil pahit setelah timnya takluk 0-1 dari Yunani dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup A Euro 2012 di National Stadium, Ahad dinihari tadi. Atas kekalahan itu Rusia dipastikan gagal melenggang ke babak perempat final.
Dalam laga tersebut, Rusia tampil lebih mendominasi. Mereka unggul jauh dalam hal penguasaan bola 62 persen dan melepaskan 25 tendangan ke gawang, tapi justru kebobolan di pengujung babak pertama lewat aksi Giorgios Karagounis.
Menjelang laga melawan Yunani, Rusia hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos. Pasalnya mereka merupakan pemuncak klasemen dengan 4 poin hingga matchday 3. Rusia tampil trengginas di laga pertama dengan membantai Republik Cek 4-1 pada 8 Juni lalu.
Di laga kedua, Rusia harus tertahan tuan rumah Polandia. Sempat unggul melalui Alan Dzagoev, gawang Rusia yang dikawal Vyacheslav Malafeev harus bobol lewat aksi Jakub Blaszczykowski.
Di klasemen akhir, Rusia sebenarnya memiliki poin yang sama dengan Yunani. Mereka bahkan lebih unggul produktivitas gol daripada Karagounis dan kawan-kawan, yakni (5-3) berbanding (3-3). Namun Rusia harus angkat koper dan mengakui keunggulan Yunani. Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan Euro 2012 yang berjudul Tiebreaker.
Aturan tersebut berlaku jika ada dua tim atau lebih memiliki porelehan poin yang sama. Aturan nomor 1 Tiebreker sudah membuat Rusia tersingkir. Bunyi aturan nomor 1 adalah; “Jumlah poin yang diperoleh di dalam pertandingan yang melibatkan tim-tim tersebut.”
Yunani berhasil menang 1-0. Artinya mereka mendapatkan 3 poin, sedangkan Rusia tidak meraih poin karena kalah. (Baca: Aturan Tiebreaker Bikin Rusia Angkat Koper )
“Kami tak terkalahkan dalam 16 pertandingan, tapi hari ini kami tidak beruntung,” kata pelatih Rusia, Dick Advocaat. “Kami seharusnya menang, tapi itulah sepak bola. Selamat kepada Yunani.”
UEFA | ANTONIUS WISHNU













