Aksi Ambil Untung Investor Tekan Indeks 42 Poin  

Aksi Ambil Untung Investor Tekan Indeks 42 Poin  

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor seiring jatuhnya bursa regional menghentikan laju kenaikan indeks dalam empat hari sebelumnya.

Dalam perdagangan hari ini, 21 Juni 2012, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun 42,109 poin (1,07 persen) ke level 3.901,788. Terkoreksinya saham Astra International (ASII), United Tractors (UNTR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), serta PT Telkom (TLKM) membuat indeks sempat terpuruk hingga di bawah 3.900.

Analis dari PT Reliance Securities, Wilson Soffan, menjelaskan dari sisi teknikal indeks memang rawan koreksi setelah menguat lebih dari 152 poin dalam empat hari sebelumnya. Dari teori Candle, setelah indeks naik tiga–empat hari akan cenderung mengalami koreksi. “Jadi untuk sementara indeks istirahat dulu,” kata dia.

Kekecewaan investor terhadap pernyataan Ketua The Fed Ben Bernanke yang tidak secara detail menjelaskan pelaksanaan stimulus moneter membuat bursa Wall Street dan bursa regional berguguran. Harapan yang terlalu tinggi terhadap bank sentral Amerika Serikat (AS) membuat investor kecewa meskipun kebijakan pelonggaran kuantitatif dilanjutkan hingga akhir tahun 2012.

Indeks manufaktur Cina (HSBC Flash Manufacturing PMI) kembali turun ke level 48,1, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya di 48,4. Indeks di bawah level 50 merupakan indikasi manufaktur Cina sedang mengalami kontraksi.

Melemahnya bursa Wall Street ditambah melambatnya aktivitas manufaktur Cina membuat investor cemas terhadap pertumbuhan ekonomi global sehingga investor melakukan aksi ambil untung. “Data - data ekonomi AS yang dirilis akan masih akan mempengaruhi pergerakan indeks lokal,” tuturnya.

Saham yang berpindah tangan mencapai 4,68 miliar lembar, dengan nilai transaksi Rp 4,06 triliun, serta frekwensi120,4. ribu kali transaksi. Harga 170 saham turun, hanya 75 yang saham naik, serta 69 saham lainnya stagnan. Namun investor asing berhasil mencatat pembelian bersih Rp 23,9 miliar.

Dari kawasan regional. bursa Shanghai jatuh 1,4 persen, memimpin pelemahan, diiikuti bursa Hong Kong 1,3 persen, bursa Australia 1,03 persen, serta bursa Singapura 0,89 persen. Sementara bursa Jepang justru berhasil menguat 0,82 persen.

PDAT | VIVA B. KUSNANDAR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X