Kas Hartadi: Awal Dicibir, Akhir Dipuji
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. TEMPO/Parliza Hendrawan
Grafis Terkait
Foto Terkait
TEMPO.CO, Palembang - Kompetisi Liga Super Indonesia musim 2011/2012 berakhir sebulan lagi. Namun, predikat jawara sudah melekat pada Sriwijaya Football Club, terutama sejak menaklukkan Persela Lamongan 3-0 di Stadion Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu, 20 Juni 2012.
Bahkan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, sudah menyatakan Persipura, yang menjadi jawara tahun lalu, pada musim ini hanya mampu menempati peringkat kedua. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu tidak bakal mampu melampaui perolehan poin Sriwijaya. Hingga saat ini, Sriwijaya memperoleh nilai 73 poin dari 30 laga, sedangkan Persipura memperoleh 62 poin dari 31 laga.
Salah satu faktor pendukung kesuksesan Sriwijaya adalah berkat kepiawaian sang pelatih, Kas Hartadi. Penerus kepelatihan Ivan Kolev ini menjungkirbalikkan prediksi banyak orang yang meragukan kemampuan Kas. Malah, tahun lalu PSSI mempersoalkan lisensi Kas. Dia dinilai belum layak melatih klub profesional.
Kini pelatih bertangan dingin itu mendapat garansi dari manajemen dan kelompok suporter Sriwijaya untuk meneruskan kariernya di klub berjuluk Laskar Wong Kito itu. Kas pun berbunga-bunga. “Ya, bangga dong. Ini hasil kerja bersama, bukan hanya saya,” kata Kas, Kamis, 21 Juni 2012.
Padahal, pada awal kompetisi, dia dicibir banyak orang. “Banyak orang yang tidak percaya dengan kemampuan saya karena saya tak pernah pegang tim,” kata Kas.
Sebelum menjadi asisten pelatih Sriwijaya Ivan Kolev, Kas dikenal hanya sebagai pelatih klub kecil di Kota Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. “Saya belum pernah menjadi pelatih di kompetisi tertinggi,” kata laki-laki kelahiran Solo, Jawa Tengah, 6 Desember 1970 itu.
Sebelum mendalami ilmu kepelatihan, Kas pernah memperkuat tim nasional Indonesia dan bermain di klub Kramayudha Tiga Berlian (KTB) yang ketika itu sempat merajai kompetisi sepak bola tertinggi Tanah Air (Galatama). Meskipun karier sepakbolanya terhenti, kecintaannya terhadap sepak bola tetap menggelora. Maka itu, Kas pun menggeluti dunia kepelatihan.
Kariernya sebagai pelatih dimulai dari bawah. Pada 2005-2008, Kas menjadi pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), di Kabupaten Musi Banyuasin. Berkat keuletan dan kesungguhannya dalam menjalankan profesinya, perlahan namun pasti karier Kas menanjak.
Musim 2009/2010, Kas dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC U-21. Satu musim berselang, Kas mendapatkan promosi sebagai asisten pelatih Ivan Kolev.
“Kolev juga sudah sangat senang,” ujar Kas. Suami Sri Hastuti dan ayah dari Eric Kantona ini mengaku cibiran merupakan pemicu semangat untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi yang terbaik. “Orang yang mencibir saya karena mereka tidak ingin Sriwijaya terpuruk. Makanya kita buktikan bersama bahwa kita bisa menang,” kata Kas.
PARLIZA HENDRAWAN
Berita lain:
Persebaya 1927 Tundukkan Semen Padang 2-0
Cukur Persela 3-0, Sriwijaya Juara LSI
Aquilani Siap Perkuat Liverpool
Persipura Bekuk Persisam 3-1
Juventus Permanenkan Kontrak Giaccherini














