Tandang ke PSM, Asisten Pelatih Bontang Jadi Kiper  

Tandang ke PSM, Asisten Pelatih Bontang Jadi Kiper  

Pesepakbola PSM Makassar Ilija Spasojevic (kanan), berusaha melewati dua pesepakbola Bontang FC Valentino Telaubun (kiri) dan Sudirman (bawah), saat bertanding dalam lanjutan Indonesia Premier League 2012 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Sulsel, (23/6) malam. ANTARA/Yusran Uccang

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Makasar - Tim Bontang FC melawat ke kandang PSM Makasar, Sabtu 23 Juni 2012 tanpa persiapan. Para pemain baru berkumpul sehari menjelang pertandingan. Sebelumnya, mereka mogok berlatih selama tiga minggu karena tunggakan gaji selama enam bulan terakhir belum dibayar.

Karena minim persiapan, pada saat bertandingan tak ada kiper. Walhasil, pelatih Eddy Simon menurunkan asisten pelatih kiper Sumardi. "Tinggal Pak Sumardi saja yang bisa jadi kiper," kata Media Officer Bontang FC, Imed Situmorang, Sabtu 23 Juni 2012.

Kiper utama, Ridwan dan pelapisnya Firman Nurdin, kata Imed, masih berlatih bersama Tim Nasional U-23. Selama ini, Bontang hanya memiliki dua kiper selama berkompetisi di Liga Primer Indonesia. Jelang laga, klub tak sempat memanggil mereka kembali.

Sumardi mengaku tak punya pilihan lain. Ia pun turun dengan nomor punggung 36. "Ya mau bagaimana lagi. Tidak mungkin striket yang jadi kiper kan?" kata asisten pelatih Bontang itu.

Dengan minimnya persiapan, Bontang harus puas timnya kalah 1-2 atas PSM Makasar. Sumardi tak mampu menghalau tendangan penyerang PSM, Ilija Spasojevic dan M Rahmat. Sementara gol balasan diciptakan pemain Bontang Rull Padengke.

Dengan hasil ini, Bontang FC semakin terpuruk ke dasar klasemen LPI. Bontang baru mengumpulkan tujuh poin. Sementara PSM merangsek ke peringkat ketiga dengan 33 poin dari 21 laga.

Kejadian seperti ini bukan kali pertama. Saat menjami Persema Malang di stadion Mulawarman Bontang beberapa bulan lalu, Sumardi juga tampil sebagai penjaga gawang. Ketika itu, timnya kalah 2-5.

AAN PRANATA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X