Rabu, 27 Juni 2012 | 22:32 WIB
Band Indonesia Ke Hard Rock Calling 2012
TEMPO.CO, Jakarta -Setelah keluar sebagai juara ketiga Hard Rock Rising 2012, band Free On Saturday atau FOS, siap berlaga di ajang musik ikonik Hard Rock Calling 2012 di Hyde Park , London pada 13 - 15 Juli 2012 nanti.
Mengalahkan 12 ribu band lainnya dari seluruh dunia, band Aryo Wahab itu dijadwalkan tampil pada Jumat (13/7) bersama sejumlah musisi bertaraf internasional. Lagu yang ditampilkan merupakan ciptaan mereka yang berlirik Indonesia.
Menurut rencana, FOS akan diberikan waktu sekitar 20 menit untuk tampil di panggung utama. Waktu tersebut akan dimanfaatkan dengan membawakan 5 buah lagu. Satu lagu berjudul Gimme Me Some Good dan empat lagu dari album perdana FOS produksi label musik Nagaswara, “Free On Saturday”, yakni Mamaku Bilang, What’s Going On, Abnormal, dan Tonight. Hampir semua lagu FOS diberi judul berbahasa Inggris dengan lirik 90 persen berbahasa Indonesia.
“Kita tidak pernah merencanakan ini sejak awal. Kita hanya bikin saja lagunya. Senang juga ada lirik berbahasa Indonesia yang bakal berkumandang di ajang tersebut,” kata gitaris FOS, Coki.
Bagi FOS dan tentu saja pecinta musik Indonesia, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi jika mengingat ajang Hardrock Calling yang sudah memasuki tahun penyelenggaraan ketujuh, diikuti oleh penyanyi dan band-band besar di seluruh belahan dunia.
Di lain sisi, sukses FOS ini, bisa menjadi semacam “agent of change” terhadap industri musik Indonesia yang terus menerus menuju tubir kehancuran.
Hard Rock Cafe International lewat media releasenya, menyebutkan bahwa FOS menduduki peringkat ketiga mewakili Hard Rock Cafe (HRC) Jakarta. Tempat kedua diduduki Brass Wires Orchestra dari HRC Lisbon, dan tempat pertama oleh Band HEY MONEA! dari HRC Cleveland.
Menurut Steven Van Zandt, gitaris Bruce Springsteen’s E Street Band yang juga menjadi juri dalam ajang tersebut, kaliber artis-artis yang bersaing di Hard Rock Rising 2012 membuat juri sangat kesulitan jika harus memilih hanya satu pemenang saja. "Akhirnya juri memutuskan untuk mengambil tiga band terfavorit ke Hard Rock Calling dan memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan ekspos internasional," kata Steven menjelaskan.
EVIETA FADJAR
Mengalahkan 12 ribu band lainnya dari seluruh dunia, band Aryo Wahab itu dijadwalkan tampil pada Jumat (13/7) bersama sejumlah musisi bertaraf internasional. Lagu yang ditampilkan merupakan ciptaan mereka yang berlirik Indonesia.
Menurut rencana, FOS akan diberikan waktu sekitar 20 menit untuk tampil di panggung utama. Waktu tersebut akan dimanfaatkan dengan membawakan 5 buah lagu. Satu lagu berjudul Gimme Me Some Good dan empat lagu dari album perdana FOS produksi label musik Nagaswara, “Free On Saturday”, yakni Mamaku Bilang, What’s Going On, Abnormal, dan Tonight. Hampir semua lagu FOS diberi judul berbahasa Inggris dengan lirik 90 persen berbahasa Indonesia.
“Kita tidak pernah merencanakan ini sejak awal. Kita hanya bikin saja lagunya. Senang juga ada lirik berbahasa Indonesia yang bakal berkumandang di ajang tersebut,” kata gitaris FOS, Coki.
Bagi FOS dan tentu saja pecinta musik Indonesia, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi jika mengingat ajang Hardrock Calling yang sudah memasuki tahun penyelenggaraan ketujuh, diikuti oleh penyanyi dan band-band besar di seluruh belahan dunia.
Di lain sisi, sukses FOS ini, bisa menjadi semacam “agent of change” terhadap industri musik Indonesia yang terus menerus menuju tubir kehancuran.
Hard Rock Cafe International lewat media releasenya, menyebutkan bahwa FOS menduduki peringkat ketiga mewakili Hard Rock Cafe (HRC) Jakarta. Tempat kedua diduduki Brass Wires Orchestra dari HRC Lisbon, dan tempat pertama oleh Band HEY MONEA! dari HRC Cleveland.
Menurut Steven Van Zandt, gitaris Bruce Springsteen’s E Street Band yang juga menjadi juri dalam ajang tersebut, kaliber artis-artis yang bersaing di Hard Rock Rising 2012 membuat juri sangat kesulitan jika harus memilih hanya satu pemenang saja. "Akhirnya juri memutuskan untuk mengambil tiga band terfavorit ke Hard Rock Calling dan memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan ekspos internasional," kata Steven menjelaskan.
EVIETA FADJAR
Komentar (4)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura














