indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

2 Warga Malaysia Tewas di Jalur Danau Toba

2 Warga Malaysia Tewas di Jalur Danau Toba

Danau Toba. TEMPO/Soetana Hasby

TEMPO.CO, Medan - Sebuah bus masuk jurang di jalur wisata Danau Toba, Sumatera Utara, dan menelan korban delapan orang. Dua di antaranya adalah warga negara Malaysia.

Bus dengan nama jasa angkutan Taksi Kita Bersama dengan nomor polisi BK 1170 XO, rute Kabupaten Mandailing Natal ke Kota Medan, mengangkut 10 penumpang serta dua awak bus. Bus masuk ke dalam jurang di kawasan Batu Gantung, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Evakuasi yang dilakukan petugas SAR Danau Toba, Kepolisian dan TNI, baru dihentikan pukul 4 sore, Kamis, 28 Juni 2012. "Karena dibantu Kepolisian dan TNI, evakuasi korban sudah selesai jam 4 sore tadi," ujar Jams Sinaga, anggota SAR Danau Toba, kepada Tempo. Lokasi bus, kata Jams, sangat berat. "Berada di kemiringan 70 derajat."

Para korban meninggal akibat benturan. Empat penumpang terlempar dari dalam kendaraan. "Kondisi kendaraan ringsek," jelas Jams. Kendaraan tersangkut di pepohonan dan batuan. "Sekitar 70 meter dari tepi Danau Toba," kata dia.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun, Baginda Sitohang, membenarkan dari delapan korban yang tewas, dua di antaranya warga negara Malaysia. "Baru satu yang teridentifikasi atas nama Zaidun bin Basir, kelahiran 1944," kata Baginda. Para korban yang meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Empat korban yang selamat, di antaranya Marwan Lubis. Sopir pengganti itu telah diamankan ke markas kepolisian. "Dia masih shock, belum kita BAP (periksa)," ujar Baginda. Korban yang mengalami luka masih dirawat di Rumah Sakit Kota Parapat dan Kota Pematangsiantar.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Simalungun Ajun Komisaris Besar M Agus Fajar, kecelakaan itu disebabkan sopir lelah. "Sopirnya ngantuk dan memang kondisinya gelap," kata Agus.

Jalur menuju wisata Danau Toba berbukit dan sempit. Sayangnya, jalur tersebut minim rambu lalu lintas. "Ruas jalannya memang sempit dan kurang adanya rambu dan areal untuk istirahat," ujar Agus.

SOETANA MONANG HASIBUAN

Berita terpopuler
Pos FBR Diserang, Ketua Tewas

Bos FBR Dibunuh, Tiga Pembawa Golok Ditangkap

Dahlan : Kasus Korupsi Merpati Luar Biasa Berat

Tahan Ambulans, Wanita Ini Berbaring Tanpa Busana

Anas Berkelit Soal Hadiah Mobil

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X