Yohanes Indra Juara Kompetisi Lukisan The 2nd UOB

Yohanes Indra Juara Kompetisi Lukisan The 2nd UOB

Lomba melukis dengan tema Lingkungan Hijau Impianku di Museum Nasional, Jakarta (19/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

 TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah lukisan tentang seorang pemain piano dan paduan suara mengantarkan Yohanes Indra Wahyu menangi  kompetisi lukisan The 2nd UOB Indonesia Painting Of The Year 2012. Dia mengalahkan ratusan pelukis yang ikut berkompetisi tahun ini untuk kategori profesional.

Lukisan berjudul Himne Sekolah menarik perhatian para juri. Sebuah lukisan berlatar belakang warna biru kelam dan merah menyala. Tentang pemain piano yang mengiringi paduan suara orang-orang terpelajar yang berpipi tembem. Menyanyikan satu lagu namun dengan berbagai jenis suara untuk mendapatkan keindahan, dari perjalanan suatu bangsa. “ Dia memiliki kemampuan yang tinggi dalam teknis melukis dalam lukisan modernnya,” ujar Ketua Dewan Juri Agus Dermawan T usai konferensi pers di Thamrin Nine Ballroom Gedung UOB, Kamis, 28 Juni 2012.

Menurut Agus lukisan Himne sekolah ini cukup menarik. Karena mencoba menciptakan sebuah harmoni dalam lingkungan yang tidak terorganisir. Seperti mengajak seluruh masyarakat yang menyuarakan dan menyelesaikan permasalahan di dunia pendidikan.

Yohaness  ini merupakan lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pelukis kelahiran Lampung ini pernah  melakuakan pameran tunggal  pada 1998, 2009 dan 2011. Pada 1999 dia pernah meraih gelar sketsa terbaik.  Dia mendapatkan hadiah sebesar Rp 70 juta dan akan mengikuti kompetisi regional dari para pemenang UOB Painting of The Year dari Thailand, Malaysia dan Singapura.

Selain Yohanes, kompetisi ini juga memberikan penghargaan tertinggi untuk kategori Junior atau  The Most Promising Youth Award kepada Puspa Sakti Pertiwi. Pelajar kelas VIII SMP Negeri 1 Cileungsi Bogor ini  beberapa kali mengikuti lomba lukis. Dia melukis dengan cat akrilik berjudul Drainasibku. Pada lukisan itu dia menuangkan masalah dampak sistem drainase dan lingkungan di negara ini.

Kompetisi ini dibuka sejak 22 April lalu. Panitia menerima 1.000 foto lukisan dari 540 seniman di Indonesia. Karya yang masuk kepada panitia kali ini lebih bervariasi meliputi lukisan kontemporer, tradisional, dan modern. “Makin banyak seniman muda yang berpartisipasi, menunjukkan perkembangan yang makin pesat,” ujar Agus.  Hasil kompetisi ini bakal dipamerkan di gedung  UOB hingga 13 Juli mendatang.

DIAN YULIASTUTI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X