Alasan Golkar Percepat Pencalonan Ical untuk RI-1  

Alasan Golkar Percepat Pencalonan Ical untuk RI-1  

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu 5 Juni 2012. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Dua hari lagi, 1 Juli 2012, Golkar akan mendeklarasikan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. Pencalonan Aburizal ini sudah diputuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional II Oktober tahun lalu. Sedangkan penetapannya akan dikukuhkan dalam rapimnas ketiga yang berlangsung 29-30 Juni di Hotel Aston, Bogor.

Menurut Aburizal, ada tiga alasan utama, sehingga penetapannya sebagai calon presiden dipercepat. "Pengukuhan dikaitkan dengan sejarah Golkar yang membutuhkan strategi berorientasi pada pemilu dan pilpres," kata Aburizal saat membuka rapimnas, Jumat, 29 Juni 2012.

Sejak Pemilu 1999 digelar, Golkar baru sekali memenangi pemilihan legislatif, yaitu pada Pemilu 2004. Saat itu Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung berhasil meraih suara tertinggi dengan 21 persen suara. Namun sejak reformasi Golkar belum sekali pun memenangi pemilihan presiden. Padahal pada masa Orde Baru, Golkar merupakan partai yang kuat dan hampir selalu memenangi pemilu. "Saya mengajak untuk belajar dari pengalaman masa lalu," katanya.

Alasan pertama yang mendorong Aburizal memilih segera mendeklarasikan diri karena menganggap penetapan capres setelah pemilu sangat terlambat. Penetapan setelah pemilu tidak akan cukup bagi partai untuk melakukan strategi pemenangan. "Terlepas secanggih apa pun strateginya, tidak akan memberi peluang bagi partai meningkatkan elektabilitas calon."

Alasan kedua untuk mengantisipasi memudarnya daya juang internal partai akibat terlalu banyaknya skenario partai. Penetapan dini, kata Aburizal, akan mendorong kader lebih fokus melaksanakan satu skenario politik. Jika penetapan dilakukan menjelang pilpres, Aburizal menilai akan banyak muncul banyak skenario, sehingga proses politik tidak akan produktif.

Aburizal tidak ingin soliditas partai terganggu menjelang pilpres. "Kami juga tak ingin terlambat. Dengan rapimnas kami memastikan hanya ada satu skenario politik menghadapi pilpres."

Penetapan yang cepat, kata Aburizal, juga untuk mengantisipasi tidak berfungsinya mesin partai karena menurunnya soliditas dan lemahnya kelembagaan politik. Aburizal ingin memastikan menjelang pemilu dan pilpres seluruh kader terus menguatkan jaringan dan membangun militansi kader.

Menurut Ical, kapasitas organisasi partai ditingkatkan agar bisa bersama-sama mencapai target dan tujuan partai pada 2014. "Kami hanya punya 18 bulan, tidak panjang dan tidak pendek untuk memenangkan partai di pemilu dan pilpres."

IRA GUSLINA SUFA

Berita terkait:
Soal Capres, Demokrat Tak Mau Buru-buru

Dahlan Iskan Menunggu Takdir Jadi Presiden

Rapimnas Golkar Beri Ruang untuk DPD II

Golkar Yogya Muluskan Sultan Jadi Cawapres Ical

1 Juli, Deklarasi Aburizal Bakrie jadi Capres

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
urusin dulu korban lapindo dan pajak anda...kalo sudah jadi presiden bisa2 g bayar pajak.,,,gw sumpahin bangkrut loee,,,
0
0
Yang terlupakan,bahwa bangsa ini,republ ik ini,negeri ini butuh negarawan,pemim pin yang peduli terhadap rakyatnya dan permasalahan bangsanya!Bukan sebatas presiden,penguasa apalagi pengusaha yg bermasalah pula!
0
0
Saya bersumpah!!!!!!!! kalo manusia ini sampe beneran jadi presiden indonesia...saya akan bakar KTP saya dan ber-imigrasi ke kanada ........
0
0
Skenarionya harus siap menyesali diri karena kalah
0
0
Semakin Cepat semakin Baik, karena biar pakai mesin jet pun Ical pasti kalah. Heran udah tahu TPI ngotot. Mendingan utk biaya jadi Presiden diberikan kepada Korban Lapindo. Kalau itu dilakukan biar Ical nggak jadi Presiden RI tpi jadi penghuni surga.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X