Airbus Investasi US$ 600 juta di Amerika
REUTERS/Morris Mac Matzen
Topik
TEMPO.CO, Alabama - Chief Executive Airbus, Fabrice Breiger, mengumumkan bahwa perusahaan pembuat pesawat asal Eropa itu akan membangun lini perakitan jet tipe A320 single-aisle di Alabama, Amerika Serikat. Mereka akan menanamkan investasi US$ 600 juta dalam waktu lima tahun untuk membangun pabrik tersebut.
Pergerakan Airbus ke pasar utama Boeing adalah bagian dari strategi jangka panjang yang bertujuan menggandakan pangsa pasar pesawat berkapasitas 150 penumpang itu. Selama ini sebagian dari pasar pesawat tersebut juga dinikmati oleh Boeing.
Breiger dijadwalkan akan menjelaskan rencana perusahaan kepada pers bersama dengan Gubernur Alabama, Robert Bentley. "Saya akan bertemu dengan Gubernur untuk mengumumkan peluncuran dari lini perakitan kami di Amerika Serikat," kata Breiger, seperti dikutip The New York Times, Senin, 2 Juli 2012.
Rencana tersebut untuk membangun pabrik perakitan dengan kapasitas 40-50 Airbus tipe A320 per tahun pada akhir 2017. Menurut seorang sumber, pembangunan pabrik ini akan dimulai pada musim panas 2013, dengan perakitan pertama dimulai pada 2015.
Dalam lima tahun Airbus menargetkan akan menghasilkan empat pesawat per bulan untuk pelanggan maskapai penerbangan di Amerika.
Sebelumnya pembahasan intensif dilakukan antara Airbus dan EADS. Kedua perusahaan itu bertaruh bahwa perusahaan penerbangan Amerika Serikat, yang memiliki armada besar yang sudah tua, akan tertarik untuk mempertimbangkan A320 yang dibuat di Amerika daripada Boeing 737.
Jumlah perjalanan udara mengalami penurunan yang tajam sejak serangan teroris pada September 2001, memicu penurunan yang curam. Kejadian tersebut juga berdampak pada kebangkrutan industri yang mendorong banyak maskapai menunda investasi untuk memperbarui pesawatnya.
Armada yang dimiliki maskapai di Amerika cukup tua, rata-rata berusia 13 tahun. Sedangkan pesawat yang dimiliki perusahaan penerbangan Eropa berusia delapan tahun. Adapun perusahaan Cina rata-rata memiliki armada yang berusia enam tahun.
Pabrik A320 juga diharapkan bisa menciptakan 1.000 lapangan kerja baru meliputi karyawan langsung Airbus dan pekerjaan dengan para pemasok. Airbus dan induk usahanya, European Aeronautic Defense & Space, sudah mempekerjakan 1.000 orang di Amerika Serikat, termasuk 200 insinyur yang ada di pusat teknis.
Sebelumnya Airbus sudah membuka pabrik perakitan di luar Eropa pada 2008. Saat itu mereka membangun pabrik yang bisa memproduksi 36 pesawat A320 per tahun di Tianjin, Cina.
NEW YORK TIMES | EKA UTAMI APRILIA
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
- Ada Pekik 'Kopassus' di Luar Pengadilan
- Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka
- Singapura: Kabut Indonesia Terparah Sepanjang Masa
- Label Merah untuk Makanan Tidak Sehat
- Jokowi Diminta Selalu Ajak Staf Blusukan


