indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

BI Sesuaikan Struktur Organisasi dengan OJK

BI Sesuaikan Struktur Organisasi dengan OJK

TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia akan menyesuaikan diri dengan struktur organisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya, menyiapkan pegawai dan institusi menjelang perpindahan fungsi pengawasan perbankan dari bank sentral ke OJK.

"Yang saya dengar, BI akan melakukan mirroring organisasi. Kalau di sana unit pengawasan Bank 1, yang berpindah (dari BI) unit organisasi yang sama," kata Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI), Agus Santoso, di sela-sela perayaan ulang tahun ke-59 BI di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Selasa, 2 Juli 2012.

Fungsi pengawasan perbankan resmi beralih dari BI ke OJK tahun 2014. BI telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan diri, yang keanggotaannya lintas sektor. "Ada tim khusus yang dibentuk untuk menyusun struktur organisasi," ujar Agus. Penyesuaian struktur organisasi dilakukan setelah ada kepastian tentang struktur organisasi OJK.

Agus menjelaskan penyesuaian struktur organisasi diperlukan agar peralihan berjalan mulus. "Supaya nanti (pegawai) tidak bingung lagi karena sudah menangani hal yang sama," katanya.

Adapun status pegawai BI yang nantinya berpindah ke OJK, dijelaskan Agus, berstatus pegawai penugasan selama 3 tahun. "Pada 1 Januari 2014 pindah ke kantor OJK selama 3 tahun. Pada 2017 memilih dengan sukarela," ujarnya.

Konsep pegawai penugasan bukanlah hal baru. Menurut Agus, konsep serupa pernah diterapkan ketika terbentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan Danareksa. "Di pemerintahan biasa disebut pegawai dipekerjakan, di BI disebut pegawai penugasan." Anggaran kepegawaian untuk pegawai penugasan tetap menjadi tanggung jawab BI.

MARTHA THERTINA

Bisnis Terpopuler

Dahlan Iskan, Mayat dan Kuntilanak

Pesawat Asing Masuk Bengkel Indonesia

Pemilik Alam Sutera Jual Saham Rp 1,46 Triliun

Rokok Picu Kemiskinan

Amerika Serikat dan Afrika Lakukan Perawatan Pesawat di Indonesia

Matahari Pinjam Dana Rp 1,22 Triliun

Pinjaman untuk IMF Dinilai Tidak Tepat






Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X