Papua Ricuh, Perkemahan Pramuka Mundur ke Oktober

Papua Ricuh, Perkemahan Pramuka Mundur ke Oktober

Kerusuhan antar suku di Papua. TEMPO/Tjahjo Eranius

TEMPO.CO , Jakarta: Setelah penembakan dan terbunuhnya pemimpin Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mengundurkan acara Raimuna Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2012 hingga Oktober mendatang. “Ditunda sampai keadaan kondusif,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono ketika ditemui di kantornya.

Semestinya, pertemuan Pramuka Penegak dari usia 16-20 tahun dan Pandega dari usia 21-25 tahun ini dilakukan pada 4-10 Juli 2012 di Papua. Kementerian Koordinator menyerahkan pergantian tempat dan tanggal pelaksanaan kepada Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Meski begitu, Agung menegaskan, perhelatan nasional itu tetap akan digelar di Papua. Alasannya, acara ini bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Papua.

Sejak akhir Mei hingga Juni, penembakan terus terjadi di Papua. Polisi menuduh Mako Tabuni berada di balik penembakan-penembakan itu dan sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Calvin Wenda, Jefry Wandikwo, dan Zakeus Wakla. Polisi menembak Mako Tabuni pada 14 Juni 2012.

Ahad pagi lalu Organisasi Papua Merdeka menyerang iring-iringan mobil yang dikendarai Komandan Yonif 431 Kostrad Letkol Infanteri Indarto di Desa Sawia Tami, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua. Penembakan itu menewaskan Kepala Desa Saweotami, Yohanes Yanafrom, 30 tahun.

Kepolisian hingga kemarin masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penembakan. “Aparat masih kerja keras karena di tubuh korban tidak ditemukan proyektil," kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo di Jakarta kemarin. Polisi masih mencari proyektil senjata yang digunakan untuk menentukan pelaku penembakan.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Bigman L. Tobing meminta Organisasi Papua Merdeka pimpinan Lambert Pekikir bertanggung jawab atas penembakan ini. Koordinator Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambert Pekikir, mengaku bertanggung jawab atas penembakan di Kabupaten Keerom itu. Namun ia menegaskan target penembakan adalah kendaraan TNI yang melintasi Jalan Arso. “Bukan warga sipil,” kata Lambert.

SUNDARI, JERRY OMONA, FRANSISCO ROSARIANS



 



Terkini:



 



NI Lakukan Pendekatan OPM di Selatan Papua
Jalan Lintas Sumatera Lampung Diblokir Massa

Pesawat Latih Juga Pernah Jatuh di Cirebon 

Tersangkut Kabel Listrik, Pesawat Jungkir Balik  



Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
PAPUA MENUNGGU KETEGASAN DAN KEBERANIAN BERTINDAK SEORANG PRESIDEN, BUKAN ORANG YANG MENGATAKAN...KORBAN MASIH SEDIKIT.
Wajib Baca!
X