Kepastian Operasi Pasar Ditentukan Pekan Depan

Kepastian Operasi Pasar Ditentukan Pekan Depan

Pedagang di Pasar Gede, Solo, nyawer untuk disumbangkan ke KPK, Senin (2/7). TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Cianjur - Kementerian Perdagangan akan melihat tren kenaikan harga beras untuk menentukan apakah akan dilakukan operasi pasar atau tidak. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo, mengatakan kepastian operasi pasar akan ditentukan pekan depan.

"Jika terjadi tren kenaikan terus-menerus, maka minggu depan akan dilaksanakan operasi pasar," kata Gunaryo ketika ditemui di kantor Bupati Cianjur pada Jumat, 6 Juli 2012.

Menurut Gunaryo, batas yang ditentukan oleh Kementerian adalah 10 persen. Jika kecenderungan harga beras naik hingga mendekati 10 persen, maka akan diadakan operasi pasar.

Kementerian Perdagangan sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Bulog untuk mengantisipasi lonjakan harga beras. Menurut Gunaryo, cadangan beras pemerintah di Bulog memungkinkan jika harus dilakukan operasi pasar.

Bulog sudah memastikan tidak ada kenaikan harga beras menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Alasannya, persediaan cadangan beras pemerintah sebesar 468 ribu ton dan cadangan milik Bulog 1,9 juta ton.

Menurut data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata beras nasional per 5 Juli 2012  sebesar  Rp 7.966, naik 0,1 persen dari hari sebelumnya sebesar Rp 7.985 per kilo.

Saat ini harga beras tertinggi terjadi di Pontianak sebesar Rp 9.325 per kilogram. Sedangkan terendah adalah Gorontalo sebesar Rp 6.000 per kilogram.

SYAILENDRA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X