Jelang Puasa, Tempat Hiburan di Tangerang Ditutup

Jelang Puasa, Tempat Hiburan di Tangerang Ditutup

Ilustrasi. showconnection.ch

TEMPO.CO, Tangerang - Selama bulan Ramadan tahun ini, seluruh tempat hiburan di Kota Tangerang tutup. Tempat hiburan yang meliputi karoke keluarga, bola sodok atau biliar, panti pijat dan berbagai jenis hiburan lainnya ditutup sejak sehari sebelum puasa atau H-1 sampai setelah Lebaran.

”Semua tempat hiburan harus mematuhi aturan itu,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Tabrani, kepada Tempo, Jumat 6 Juli 2012.

Instansinya, kata Tabrani, telah mengeluarkan surat edaran larangan bagi tempat hiburan untuk beroperasi selama bulan Ramadan dengan tujuan menghormati bulan puasa.

Tabrani menegaskan bahwa pengusaha hiburan di Kota Tangerang harus menaati aturan tersebut karena rencana penutupan sementara ini sudah diberitahukan sejak awal tahun lalu. "Jika ada tempat hiburan yang melanggar, maka diberikan sanksi, mulai dari teguran tertulis sampai dengan rekomendasi pencabutan izin usaha,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, Irman Pudjahendra, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan rencana kegiatan operasi dan patroli selama bulan puasa mendatang. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan puasa.

Irman menambahkan tim patroli dan operasi sudah dibentuk menjadi empat shift dan mulai bekerja dua minggu sebelum puasa.

“Secara teknis kami siap menjalankan ketentuan edaran yang dikeluarkan pemerintah,” kata Irman.

JONIANSYAH

Berita terpopuler lainnya:

Pemburu Partikel Tuhan asal Indonesia
Siap-siap Jelang Kiamat Internet
Pencarian Angka Partikel Tuhan

Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?

Cara Selamat dari Kiamat Internet

Gara-gara Partikel Tuhan, Hawking Kalah US$ 100

Pengumuman SNMPTN Dimajukan Menjadi 6 Juli

Transjakarta Dikritik Profesor dari Amerika

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan