Besok, RI-Korea Selatan Gelar Pertemuan Bilateral

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak. AP/Firdia Lisnawati
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah dijadwalkan akan menggelar pertemuan bilateral antara Indonesia - Korea Selatan besok. Direktur Jenderal Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, menyatakan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama guna membahas perdagangan bebas (CEPA) antar kedua negara.
“Besok pertemuan pertama untuk membahas TOR mengenai lingkup perdagangan bebas Indonesia Korea,” kata Iman melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Rabu, 11 Juli 2012.
Karena baru merupakan pertemuan pertama, menurut dia, tidak ada target khusus dalam pembicaraan kedua belah pihak. Pertemuan tersebut hanya untuk mencoba menyusun pedoman perundingan berikutnya. “Jadi agar perundingan yang lebih substantif nanti sudah memiliki pedoman,” kata Iman.
Pertemuan tersebut tidak akan memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Meski begitu, pertemuan yang digelar besok tetap diperlukan sebagai panduan pertemuan yang akan lebih substantif berikutnya. “Secara legal tidak mengikat namun perlu untuk memandu jalannya perundingan substantif,” kata Iman.
Berdasarkan informasi yang dirilis Kantor Berita Yonhap, pertemuan besok akan dilakukan untuk membahas pakta perdagangan bebas antar kedua negara. Pertemuan itu juga merupakan pertemuan pertama usai pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak.
Pertemuan itu sendiri menyepakati adanya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang juga dikenal dengan istilah perdagangan bebas.
Indonesia sendiri merupakan salah satu mitra dagang terbesar Korea Selatan. Pada tahun 2011 lalu, nilai perdagangan kedua negara berhasil mencapai US 30,7 miliar Dollar.
Korea Selatan sendiri saat ini sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan 10 negara di ASEAN. Meski begitu, Korea Selatan tetap melakukan pertemuan bilateral lanjutan untuk memperluas nilai perdagangan. Indonesia dinilai sangat strategis bagi Korea Selatan karena merupakan negara dengan populasi yang besar dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
DIMAS SIREGAR
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kiki Amalia Terima Dana dari Fathanah via BCA
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
Berita Utama Bisnis
- Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan
- Teras Narang Minta Pabrik CPO Bantu Perbaiki Jalan
- PTPN X Targetkan Laba Naik sampai Rp 500 Miliar
- Kadin Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan
- Kalbe Farma Tarik 7,7 Persen Saham
- Aspperda Usul Smelter Dibangun dengan Kluster
- Longsor, Serikat Buruh Akan Gugat Freeport














