indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mahfud Md. Bantah Legalkan Ateisme dan Komunisme

Mahfud Md. Bantah Legalkan Ateisme dan Komunisme

Ketua Mahakamah konstitusi Mahfud MD saat menjadi pembicara Kuliah umum di Gedung Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia, (12/7). TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Makassar - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. membantah melegalkan paham ateis dan komunis di Indonesia. Menurut dia, pemberitaan yang menyebut dia membolehkan kedua paham itu hidup, keliru.

“Komentar saya kan tidak diambil semua oleh media. Akhirnya diambil beberapa paragraf, kemudian dimasukkan menjadi berita,” kata Mahfud saat memberi kuliah umum di kampus Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis, 12 Juli 2012.

Kendati demikian, dia menuturkan, selama ini tidak ada peraturan perundang-undangan yang secara gamblang mengatur pemberian hukuman bagi seseorang atau kelompok yang menganut paham komunis dan ateis.

Menurut Mahfud, yang dilarang oleh negara adalah menyebarkan ajaran komunis dan paham ateis karena bertentangan dengan Pancasila. Namun Mahfud mengatakan, jika seseorang atau kelompok mengaku komunis atau ateis, mereka tidak bisa dihukum.

“Coba tunjukkan di pasal dan ayat berapa (hukuman untuk penganut atheis dan komunis). Berbeda dengan kasus pembunuhan dan korupsi yang jelas hukumannya,” ujarnya.

Sebelumnya Mahfud diberitakan menyebut keberadaan penganut ateis dan komunis di Indonesia diperbolehkan. Hal tersebut mengacu pada konstitusi bahwa kebebasan harus dianggap setara.

"Semenjak ada MK, kebebasan individu atheis dan komunis bebas menjalankan apa yang dianutnya di Indonesia. Tapi mereka tidak boleh mengganggu kebebasan orang lain, terutama orang yang menganut agama tertentu. Kebebasan harus dianggap sama," ujar Mahfud, Selasa lalu.

IRFAN ABDUL

Berita lain:

Mengapa Jokowi Bisa Memutarbalikkan Hasil Survei

Saling Sindir Joko Widodo dan Fauzi Bowo

Pembantu Indonesia Jadi Miliarder

Rahasia Jokowi di Masa Kecil

Ini Kunci Keunggulan ''Sementara'' Jokowi






Komentar (6)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
sudahlah kalau mau bener... semua ikut pemilu.. FPI ikut.. si FAKI ikut... 14 parpol sekarang ikut.. PKI dan masyumi ikut... kita lihat yang dipilih rakyat siapa...?? FPI dapet berapa ribu suara.. PKI dapet berapa Puluh Juta suara.. si FAKI sialan yang bubarin diskusi di Yogya dapet berapa puluh suara... dasar munafik...!!!
0
0
mau komunis kek mau atheis kek... aku suka kok sama paham atheis dan komunis... dari pada pks golkar pdip demokrat walaupun jidatnya dibiru biruin tapi korupsinya paling rakus... brengsek semua...ngakunya nya negara Demokratis.. tapi PKI Masyumi ngga boleh ikut pemilu.. dasar negara brengsek...!!! munafik...!!
0
0
Sama. Saya ikut Angela aja. Koper udah punya, tinggal beli tiketnya.
0
2
Wah, tadinya saya sudah mau pergi beli kue buat merayakan keterbukaan saya sebagai seorang atheist. tapi, kalo ketua MK aja masih plintat plintut begini? mending saya simpan uang buat beli koper.
0
0
benar kata pak mahfud, apalagi kebenaran sejarah ttg g30spki belum tentu benar, apakah pki ada dibaliknya ataw ulah orba utk melengserkan bung karno ... not imposibel ... ingat komunis bukanlah atheis ...
Selanjutnya
Wajib Baca!
X