indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mengapa Hasil Survei Beda Dengan Quick Count

Mengapa Hasil Survei Beda Dengan Quick Count

Petugas melakukan penghitungan kertas suara Pilkada DKI Jakarta di TPS 013, Pejompongan, Jakarta, Rabu (11/7). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta menunjukkan Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama lebih unggul ketimbang Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Hal ini mengejutkan karena hasil survei sebelum pencoblosan menunjukkan Foke selalu bertengger di nomor wahid.

Ditemui Tempo di ruangannya, 13 Juli 2012, Direktur Riset Jaringan Suara Indonesia Eka Kusmayadi menjelaskan tiga kemungkinan mengapa hasil perhitungan cepat begitu berbeda dengan hasil-hasil survei yang selama ini ia lakukan.

Yang pertama, menurut dia, ada kemungkinan inkonsistensi pemilih. Artinya, pemilih mengubah preferensi saat mencoblos. Namun, kata Eka, ini bisa terbantahkan. "Apakah mungkin perubahan itu terjadi secara seragam? Mengingat di semua wilayah suara Jokowi meningkat drastis," katanya.

Kemungkinan kedua adalah adanya intervensi birokrasi saat survei dilakukan. Maksudnya, jangan-jangan ketua-ketua RT yang dimintai sampel pemlih hanya memberikan data keluarga yang mereka ketahui cenderung kepada Fauzi Bowo. Untuk itu, ia akan melakukan verifikasi ulang.

Ketiga, ada intervensi calon lain secara masif. Misalnya politik uang. Namun, ini juga bisa terbantahkan. "Intervensi sedemikian masif dan dalam waktu yang cepat masak sih nggak kedengaran media?"

Mengenai teknik survei, Eka tak merasa ada yang salah. Dari evaluasi yang ia lakukan, baik sampling, sebaran, teknik wawancara, maupun quality control tak menunjukkan adanya masalah. Ia yakin semua tekniknya benardan dikerjakan dengan kontrol yang ketat.

Dalam hasil perhitungan cepat yang dirilis JSI, Pasangan Jokowi-Ahok mendapat
suara sebesar 41,97 %. Sedangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berada di posisi kedua, dengan persentase 34,42 %. Sedangkan Faisal-Biem dan Alex-Nono sama-samamendapat suara sebesar 5,16 %. Posisi bawah ditempati Hendardji-Ahmad Riza Patria dengan perolehan 1,88%.

GADI MAKITAN

Berita terpopuler lainnya:
Jokowi Dituding Khianati Warga Solo
Jokowi Unggul Karena Ilmu ''Kebatinan''

Asal Muasal Kotak-Kotak ala Jokowi-Ahok

Jokowi Menang, Taufik Kiemas Kembali Sentil Mega

Ameri Ichinose, Bintang Porno Kekasih Kagawa








Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Teknik survey tidak salah. Yang goblok surveyornya : yang disurvey pns, pemda, lurah, camat...orang tolol berseragam yang biasa makan gaji buta...pasti menang foke...kata mereka...huaaaheemm..sambil ngantuk-ngantuk dibelakang meja..
0
0
Surveynya hsl pesanan salah satu kontestan ya hasilnya sesuai pesanan
0
0
Hmh sampling ketua rt yg menentukan? SANGAT FATAL.dimana metodologi randomize statistik?pantas salah mas