Puluhan Kader Demokrat Akan Hengkang ke Nasdem

Puluhan Kader Demokrat Akan Hengkang ke Nasdem

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta -- Sejumlah kader Partai Demokrat dikabarkan bakal hengkang ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Salah satu alasannya, elektabilitas Partai Demokrat yang makin menurun. Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella mengatakan, sebanyak 37 kader sudah menjalin komunikasi politik dengan partainya. ”Mereka bilang, tunggu saatnya kami akan menyeberang,” katanya saat dihubungi kemarin.

Namun Patrice menolak menyebut nama para kader Demokrat itu. Dia juga menegaskan, NasDem tak akan serta-merta menerima kader yang ingin hengkang. ”Tetap ada seleksi,” katanya.

Kabar ihwal hengkangnya kader Demokrat diakui Hayono Isman, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Dia pun menyayangkan aksi para kader Partai Demokrat tersebut jika hanya gara-gara menurunnya elektabilitas Demokrat karena kasus korupsi. ”Sangat disayangkan kalau itu benar-benar terjadi,” katanya kemarin.

Hayono menilai pindah partai tak akan membuat rekan-rekannya menjadi lebih baik. Dia mengatakan kasus korupsi yang menyerang Demokrat saat ini bukan lantaran partainya korup. ”Tapi karena ulah kader,” ujarnya. Dia menegaskan, Demokrat sendiri sudah memiliki platform yang bagus dalam pemberantasan korupsi.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua membantah adanya kabar kader Demokrat yang hengkang. ”Itu hanya berita yang dibuat Partai NasDem,” katanya kemarin. Menurut dia, pernyataan bahwa ada 37 kader Demokrat yang berencana hengkang diyakini bukanlah kader Demokrat. ”Jumlah itu dari seluruh anggota DPR, dan bukan kader Demokrat,” ujar Max.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengatakan, sekalipun kader yang pindah itu tidak terlibat kasus korupsi, toh partai yang ditinggalkan sudah mendapat cap yang buruk. ”Jadi, sekalipun pindah partai, kader tersebut tetap mendapat cap kader yang korup,” ujarnya. Karena itu, Arbi menilai, situasi seperti itu bakal menambah beban bagi Partai NasDem.

SUBKHAN | FEBRIYAN | SUKMA

Berita Terpopuler Lainnya
Musabab Partai Demokrat Anjlok Versi Survei LSI

Survei Melorot, Anas Diminta Mundur

Apa Kata Luna Maya dan Cut Tari, Ariel Bebas

Bergaji Rp 25 Juta, Anggota Dewan Kehabisan Uang

Bandara Soekarno-Hatta Akan Dilengkapi Mesin Canggih Ini
Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol

Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Cepat atau lambat, hal yang sama juga akan dialami oleh (setiap) partai yang dibangun di atas platform non-ideologis. Saya kira ini normal saja.
0
0
iyalah mending loncat sblm kelelep lbh dalem. klo dewan pembina skaligus donatur partai uda disikat KPK, mo apa lg?gmn mo survive n win di 2014 klo g da yg isi bensin??trus yg jd tnda tanya,klo kmenangan presiden disokong dana smntara dana diketahui dr hasil tipikor,bgm ya...di struktur org, klo HM-dewan pmbina akn di bui, trus ketum jg kliatan bkal nasib sama.sekretaris uda di bui,tau si AM pa an jbatannya di PD.tp klo di bui jg ya rekor lah...struktur org isinya para napi..
0
0
Saya setuju dg pak Arbi, diantara Agan-Agan sekalian ada yg tau ngak knp mreka pindah? Menurut penerawangan saya, mreka akan melakukan korupsi dr dlm partai Nasdem, knp ngak sekalian dr partai Demokrat? Krn Demokrat terlanjur dicap sbg partai korup, jd istilahnya mereka-mereka yg mau pindah ini ngak kebagian momen untk melakukan korupsi dipartai Demokrat, jd untk \"suryo paloh hati-hati bung\" bisa-bisa partai anda ngak jauh beda nasibnya dg Demokrat, krn disi orang-orang dr demokrat
0
0
Kapal tenggelam, Penumpang loncat.
0
0
Mestinya Nasdem menolak kepindahan orang2 Demokrat. Karena takutnya, orang2 Demokrat malah menulari kebobrokan2 yg mereka pelajari dan mereka kuasai selama di Demokrat. Menurunkan ilmu sesatnya ke Nadem. Hati2lah!!!
Selanjutnya
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X