indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Rahasia Gemuruh Suara Gajah

Rahasia Gemuruh Suara Gajah

Gajah Borneo (Elephas maximus borneensis). Wildborneo.com.my

TEMPO.CO, Wina-- Suara panggilan gajah sangat dahsyat, bisa menggelegar hingga sejauh 10 kilometer. Tak ada yang tahu mengapa suara gajah terdengar seperti gemuruh, hingga para peneliti Austria untuk pertama kalinya mempelajari cara mamalia darat terbesar ini memproduksi suara.

Dari penelitian itu terungkap bahwa gajah menghasilkan suara dengan cara yang sama seperti manusia ketika berbicara. Gajah mendorong udara melalui pita suara dan membuatnya bergetar sehingga menghasilkan suara. Gajah bahkan bisa memproduksi suara yang lebih rendah ketimbang manusia lantaran pita suara mereka delapan kali lebih panjang.

"Frekuensi suara yang dihasilkan gajah sangat rendah," kata Christian Herbst, peneliti dari University of Vienna, Austria, seperti dikutip Livescience, Jumat lalu. Suara panggilan gajah umumnya berada pada frekuensi kurang dari 20 Hertz sehingga tidak terdeteksi telinga manusia.

Para peneliti hingga saat ini tidak yakin bagaimana gajah bisa menghasilkan suara rendah. Jangankan gajah, Herbst mengatakan, mempelajari produksi suara pada hewan secara umum bukanlah perkara gampang.

Ada dua cara menghasilkan suara dengan menggetarkan pita suara. Cara pertama disebut kontraksi otot aktif. Dengan metode ini, otot tenggorokan secara aktif berkontraksi menggetarkan pita suara. Cara ini dijumpai pada kucing yang mendengkur.

Cara kedua disebut myoelastic-aerodynamic mode. Metode ini menggunakan udara dari paru-paru untuk menggetarkan pita suara. Manusia menggunakan cara ini ketika berbicara dan bernyanyi.

Peluang untuk mengungkap rahasia ini terbuka ketika Herbst dan timnya meneliti seekor gajah yang mati secara alami di Kebun Binatang Berlin di Jerman. Laring gajah itu dipasang pada tabung khusus lalu mereka meniupkan udara hangat dan lembab melewatinya, mirip ketika gajah bernapas.

Getaran yang dihasilkan laring gajah mati tersebut dicocokkan dengan suara panggilan pada gajah hidup. Temuan ini, yang dilaporkan dalam jurnal Science edisi 3 Agustus 2012, menunjukkan bahwa getaran yang dihasilkan sama seperti yang dihasilkan lewat cara myoelastic-aerodynamic mode.

"Gajah menggunakan cara ini untuk menghasilkan suara dengan frekuensi rendah," ujar Herbst. "Kita sekarang memiliki bukti tentang suara mamalia darat terbesar hingga terkecil."

LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI

Berita Lain:

Burung Ini Mencari Makan di Dasar Laut

Pelajar Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Kimia

Bulan Biru di Bulan Agustus

LIPI Masuk 100 Lembaga Penelitian Terbesar Dunia

Bakteri Virtual Ini Mirip Aslinya

Virus Flu Anjing Laut Ancam Manusia?

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X