indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengamat: Rhoma Irama Tak Sensitif

Pengamat: Rhoma Irama Tak Sensitif

Pedangdut Rhoma Irama (tengah) dikawal pendukungnya ketika memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/8). Pemanggilan tersebut terkait pernyataan Rhoma yang berbau SARA terhadap pasangan Cagub/Cawagub, Joko Widodo-Basuki Tjahaja ketika berceramah di Tanjung Duren, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat Politik Universitas Gajah Mada Fadjrul Falaakh menyebutkan pedangdut Rhoma Irama tak sensitif dalam memberikan komentar. Menurutnya, omongan Rhoma yang mengatakan umat Islam dilarang memilih pemimpin yang nonmuslim tak tepat waktu. "Karena ini di tengah pilkada," katanya saat dihubungi, Senin 6 Agustus 2012.

Fadjrul mengatakan, bahwa calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beragama Kristen merupakan fakta. Namun karena Rhoma membawa hal tersebut saat berceramah di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, maka hal ini menjadi masalah. "Kenapa fakta itu dikomentari, itu yang dipermasalahkan," ujar dia.

Menurut Fadjrul Panwaslu harus menyelidiki struktur Rhoma dalam kampanye. Jika Rhoma terbukti sebagai tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang menjadi lawan Jokowi-Basuki, maka ini harus ditindak. "Ada tertib politik yang sudah diatur oleh KPU," katanya.

Namum bila Rhoma mengatakan hal itu sebagai orang biasa, maka perkara ini diserahkan pada Jokowi-Basuki, pasangan yang dinilai dirugikan karena ceramah tersebut. "Apakah mereka merasa dirugikan atau tidak, mereka yang memutuskan," katanya menjelaskan.

Akhir Juli kemarin, Rhoma Irama memberikan ceramah saat salat tarawih di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ceramah Rhoma ini disebut-sebut mengandung unsur SARA dan dilaporkan ke Panwaslu. Tadi pagi Rhoma memenuhi panggilan Panwaslu dan dimintai keterangannya selama hampir satu jam.

Dalam konferensi persnya Rhoma menyebutkan dia menyebutkan tak ada unsur SARA dalam isi ceramahnya. Tidak ada unsur SARA, hanya (penggambaran) identitas masing-masing pasangan," katanya.

Dia mengatakan, dalam kehidupan bernegara Islam sangat toleran. "Tapi dalam konteks memimpin, kita dilarang memilih non muslim, dan harus itu harus disampaikan," jelas Rhoma.

NUR ALFIYA

Berita Lain
Liputan Khusus Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Simsalabim Jenderal SIM

Rumah Djoko Susilo Dekat Keraton Yogyakarta

Jenderal SIM di Balik Tembok Tinggi

Cerita Simulator SIM Majalah Tempo April Lalu

Pendukung Rhoma di Jawa Timur Datang ke Jakarta

Komentar (77)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
toleran ada tapinya... BUKAN TOLERAN yg SE8ENARNYA
0
0
Bnyak orang yang liat video ceramah bang Rhoma,, dengan itu,org juga dpt menilai,, anda itu gimana,,, gk pantes banget.. Kalo mau cari sensasi,, kn msih bnyak jalan lain,, gk usah bwa2 agama segala,,
0
0
Apa yg sampaikan bang Roma di dalam komunitasnya sendiri tdk salah, dg tujuan membangun semangat keimanan umatnya, namun kalau sampai keluar dari komunitas itu perlu d peringati oleh yang berwajib, yang jd masalah momennya kurang tepat apalagi pak fauji juga ada di situ, menurut saya ini politik pak fauji yang dengan sengaja mengundang H. Roma kemudian timsuksesnya sendiri yang merekam dan mempublikasikan vidio itu sehingga semua orang tau bahwa maksut foke dalam skenarionya itu merugikan pihak lain dalam hal ini saingan foke itu sendiri berhasil, fauji bowo kamu tidak layak lagi jadi gubernur semestinya kamu nyadar bisa apasih sampean jakarta lebih merosot dari dulu, kasih kesempatan tuk yang lain, Bang H. Rhoma pun namanya jd jelek karena karena fauji bowo..!
0
0
Pak H. Rhoma, ibu saya dari tahun 1980 pengemar berat bapak, sampai diadengan film yang membuat mata Rhoma buta dan disiksa ibu saya sedih dan menangis, kami sekluarga love Rhoma, tp kali ini kami kembali sedih dg apa yang dilakuin abang Rhoma dg ucapan yang menyatakan ibu dan saya yang pencinta Roma ini khafir, padahal kami punya agama dan kami tau apa isi ajaran Agama yang keluarga kami anut, untuk itu bang roma tolong jangan sakiti hati kami yang mencintaimu ini, walaupun kita tidak seiman, tp kami bagian dari NKRI..(Putra Dayak Kalimantan Tengah)
0
1
Bkn hanya kurang sensisitif tapi bodoh, tak punya otak dengki n munafik
Selanjutnya