indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mengenal Suku Hakka Pendukung Fauzi Bowo

Mengenal Suku Hakka Pendukung Fauzi Bowo

Fauzi Bowo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO , Jakarta - Pakar Budaya Peranakan Tionghoa dari Universitas Indonesia, David Kwa mengatakan Suku Hakka adalah salah satu dari suku Tionghoa yang tinggal di Indonesia dan terkonsentrasi di Pulau Bangka, Pulau Belitong, sebagian Sumatera, Jawa dan Sulawesi Selatan.

“Orang Hokkian dan Hakka sebenarnya sudah mulai datang ke Indonesia sejak abad ke-12. Tapi kedatangan Hakka terbesar justru pada pertengahan abad 19 Makanya, suku ini bisa dibilang pendatang paling akhir,” kata David ketika dihubungi Tempo, Senin, 6 Agustus 2012.

David menjelaskan Suku Hakka kebanyakan berasal dari Guangzhou, Fujian, dan bagian utara negeri Tiongkok. Karena bencana alam dan peperangan suku, mereka melakukan migrasi secara sporadis ke selatan.

Migrasi itu dilakukan bukan ke daerah kosong yang tak berpenghuni, melainkan ke daerah yang sudah ramai dengan penduduk asli yang menetap. Entah kebetulan atau tidak, Suku Hakka yang juga disebut sebagai suku kèji atau khek ini secara harfiah juga berarti 'tamu', yang tidak pernah menetap untuk waktu lama.

Menurut David, karakteristik orang hakka yang berasal dari pegunungan, kebanyakan kompak, konservatif dan taat aturan. Itu sebabnya, kata dia, bisnis yang dijalankan biasanya sekelas toko kelontong. “Tapi, bukan berarti semua Suku Hakka dipukul rata punya bisnis kecil. Mungkin saja ada yang punya bisnis besar,” katanya.

Menurut dia, Suku Hakka merupakan etnis Tionghoa terbesar kedua di Jakarta. “Yang paling besar, masih suku hokkian karena mereka lebih dulu datang,” katanya.

Di Jakarta, kata dia, suku ini cenderung tinggal di daerah lama, seperti Kawasan Glodok, Pancoran, Penjaringan, sekitar Roxy dan Grogol. David membenarkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya pernah menjadi Bupati Belitong Timur merupakan Suku Hakka.

Dalam acara peletakan batu pertama Museum Hakka Indonesia dan Pagoda Taman Budaya Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Ketua Umum Perhimpuan Hakka Indonesia Sejahtera, Sugeng Prananto menyatakan dukungannya kepada Fauzi Bowo.

"Seluruh pengurus dan warga Hakka dengan bulat menghendaki gubernur kita, Fauzi Bowo, terpilih untuk kedua kalinya. Saya yakin dari Hakka, suaranya sama," kata Sugeng.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Berita terpopuler lainnya:

Alasan Jusuf Kalla Dukung Jokowi

Rhoma Tak Mau Minta Maaf Ke Jokowi-Ahok

Fauzi Salip Jokowi di Rumah Sakit Cipto

Didukung Jusuf Kalla, Ini Tanggapan Jokowi

Dipanggil Panwaslu, Rhoma Menangis

Alasan Rhoma Irama Menangis di Panwaslu

Jokowi Mendominasi Pemberitaan Media

Jokowi Sambangi Markas PKS

Rhoma Dipanggil Besok, Puluhan Penggemar Berkumpul

Jokowi Datangi Kediaman Jusuf Kalla

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
yg penting, lu jgn bohongi hati sndiri. Tp Jika lu jujur, maka lu ga pantas jd pemimpin, Belagu..
0
1
udah tau di injek2 dan diludahi sama fuke (sijari tengah) ... yah silahkan dukung tuh fuke .... YANG MAU PERUBAHAN LEBIH BAIK IBU KOTA INDONESIA JAKARTA LEBIH BERADAB DAN MENGHORMATI PERBEDAAN SUKU, KEBUDAYAAN, RAS DAN AGAMA DUKUNG TERUS JOKOWI AHOK .... DUKUNG JOKOWI AHOK .... NKRI HARGA MATI .... !!!!
1
0
Tu ... : ada yang ngaku bahwa Prayogo Pangestu itu suku hakka yang sukses ... . Padahal saya pernah baca di Majalah tempo bahwa P . Pangestu itu Kelompok ( kumpulan lebih dari 10 koruptor cina kelas kakap ) Koruptor ...
0
1
Koko David Kwa, konsentrasi terbesar Hakka di Kalbar, Yg biasa disebut orang Khek. Mereka ke Jakarta ada yg mengungsi setelah kasus Mangkok Merah. Banyak yg sukses di DKI Jkt. Sebut saja yg bukan ngungsi, Prayogo Pangestu, Chandra Mulia Group, Burhan Uray, dan banyak lagi org Hakka yg sukses besar. Jadi bukan hanya org Hokkian yg sukses. Prayogo itu dulunya pelayan toko urus terasi, lalu booming kayu jadi kaya. Saya pernah nulis riwayatnya di MBM TEMPO, gitu.
0
0
Pahlawan kesiangan bos, belum tahu rasanya setor upeti ke suku foke hahaha pasti sambat ke suku jokowi nanti hahaha
Selanjutnya