Bertamu ke Gereja, Foke Minta Doa Pendeta  

Bertamu ke Gereja, Foke Minta Doa Pendeta  

Cagub (Calon Gubernur) Fauzi Bowo bersama Istri, ketika seusai memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 yang berlangsung di TPS 01 Jl. Teuku Umar Kel. Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bertamu ke Gereja Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 8 Agustus 2012. Dia mengaku datang ke sana untuk bertemu kawan lamanya. Kawan yang dimaksud adalah pendeta Jacob Nahuway, pemimpin Gereja Mawar Saron. "Saya ke sini bertemu kawan lama, bersilaturahmi," ujarnya.

Di hadapan puluhan pendeta, Foke--sapaan akrab Fauzi Bowo--mengaku sering berdiskusi tentang isu-isu keagamaan bersama pendeta Jacob. "Sebagai Gubernur, saya berupaya kerja keras memenuhi aspirasi masyarakat, termasuk umat kristiani," ujarnya.

Pendeta Jacob Nahuway menyatakan rasa harunya atas kunjungan Fauzi Bowo. Apalagi Fauzi yang sedang berpuasa itu menyiapkan sajian santap siang bagi jemaah gereja. "Ini bulan puasa dan beliau datang meminta doa pada kita," katanya. "Saya rasakan itu sentuhan yang luar biasa."

Pendeta Jacob kemudian memimpin doa agar Fauzi Bowo diberi kekuatan untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jakarta. "Kalau memang kehendak Tuhan seseorang jadi pemimpin, maka tidak ada yang bisa menghentikan itu."


Maranata Simanjuntak, seorang pendeta, mengatakan, pada masa kepemimpinan Fauzi, masih ada penganut agama minoritas yang kesulitan menjalankan ibadah. Hal itu dialami rekan-rekannya di Taman Anggrek, Jakarta Barat. Mereka diusir saat menggelar doa bersama.

Foke berjanji mengusut masalah ini. Namun dia juga meminta pengertian kepada para pendeta agar membuka komunikasi dengan warga sekitar sebelum peribadatan digelar. "Saya rasa musyawarah dan silaturahmi dengan lingkungan sekitar masih bisa dilakukan," katanya.


PINGIT ARIA

Berita Terkait

Panwaslu Masih Gamang Vonis untuk Rhoma

''Rayuan'' Fauzi ke Komunitas Tionghoa Tak Efektif

Jargon ''Perubahan'' Jokowi Masih Nomor Satu

Tim Foke-Nara Bantah Rhoma Juru Kampanye

Isu SARA Bisa Jadi Bumerang Bagi Foke

Kata Ahok Soal Dukungan Suku Hakka ke Foke

Komentar (66)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
Runtuh-nya DEWA-BEL, dewa yang disembah Raja NEBUKADNEZAR dan rakyatnya. Orang-orang BABEL mempunyai sebuah Berhala, DEWA- BEL namanya. Untuk kebutuhannya setiap hari,, dipersembahkan kepada DEWA-BEL 12-goni Gandum, 40-ekor Domba dan 6-ember Anggur. Rajapun menyembah berhala DEWA-BEL dan tiap-tiap hari, Raja pergi menyembahnya, tetapi Daniel tidak. Maka pada suatu hari bertanyalah Raja kepada Daniel. “Mengapa engkau tidak menyembah Dewa-BEL? “ Jawab Daniel; “karena hambamu ini tidak memuja berhala-berhala buatan tangan manusia, melainkan hambamu ini menyembah Allah yang hidup, yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang mempunyai kuasa atas segala makhluk” . Kata Raja kepadanya; “ Jadi, Dewa-Bel tidak kau anggap allah yang hidup ? Tidakkah kau lihat “BETAPA BANYAKNYA PERSEMBAHAN YANG DIMAKAN DAN DIMINUM OLEH-NYA SETIAP HARI ? ” Tetapi Daniel tertawa, katanya: “Jangan sampai keliru Baginda ! Di bagian-dalam Berhala itu terbuat dari tanah-liat saja, dan dibagian-luarnya terbuat dari perunggu,,BELUM PERNAH-LAH IA MAKAN ATAU MINUM APA-APA !”. Maka dengan geramnya, Rajapun lalu memanggil para Imam-Imam-nya dan berkatalah Raja kepada mereka “Jika kamu tidak mengatakan kepadaku SIAPA YANG MEMAKAN SAJIAN ITU, maka kamulah yang akan mati, tetapi jika kamu membuktikan bahwa DEWA-BEL sungguh makan habis semuanya sajian itu, niscaya Daniel-lah yang akan mati, sebab Daniel telah meng-hujat DEWA-BEL.” Jawab Daniel: “ Jadilah seperti yang dikatakan Baginda!” Jumlah para imam Dewa-Bel itu ada 70-orang, belum termasuk isteri -isteri dan anak-anaknya. Ketika Raja bersama dgn Daniel datang ke kuil-BEL, berkatalah para Imam-BEL ; “Lihatlah, Seri Baginda, kami akan keluar. Biarlah Baginda sendiri menyajikan makanan sajian itu semuanya kepada Dewa-Bel, kemudian menutup pintu serta memeteraikannya dengan cincin meterai-baginda Raja. Jika besok pagi-pagi, apabila baginda Raja datang lagi , dan Baginda tidak-mendapati bahwa semuanya sajian itu dimakan habis oleh Dewa Bel, maka kamilah semuanya yang mati. Sebaliknya, jika sudah habis semua sajian-itu, maka ternyata Daniellah yang berbohong tentang kami !.” Para Imam-Imam itu merasa sombong, sebab oleh mereka telah dibuat pintu-masuk tersembunyi tepat dibawah lan*SENSOR* meja sajian itu. Lewat pintu itu mereka biasa masuk kedalam kuil itu untuk mengambil habis segala-galanya. Setelah para Imam-Imam keluar, Raja sendiri menyajikan sajian makanan kepada Dewa-Bel, jumlahnya 12-goni Gandum, 40-ekor Domba, dan 6-ember Anggur berkualitas terbaik. TETAPI Daniel menyuruh pembantu-pembantunya mengambil ABU dan menaburi sekeliling kuil dengan ABU, supaya nanti ada bukti bekas-bekas telapak kaki manusia, dan hanya Raja yang menjadi saksi. Kemudian keluarlah Raja dan Daniel, pintu kuil ditutup dan dimeteraikan dengan cincin meterai-Raja, kemudian Raja dan Daniel kembali ke Istana. Malam-malam, datanglah para Imam dengan isteri-isteri dan anak-anak mereka seperti biasa, mengambil habis seluruhnya sajian itu. Pagi-pagi benar, datanglah Raja dan Daniel ke Kuil. Kata Raja; “Masih utuh-kah meterai itu ?” Daniel memastikan; “Masih utuh Seri Baginda.” Segera setelah Raja membuka pintu-kuil dan menengok ke meja-Sajian, berserulah Raja dengan suara nyaring: “Besarlah Engkau, ya BEL ! Padamu tidak-ada tipu-daya sama sekali.” TETAPI Daniel tertawa. Raja dicegahnya masuk kedalam, lalu Daniel berkata : “Lihatlah Lan*SENSOR* itu dan periksalah jejak-jejak siapakah itu ?” Sahut Raja : “Kulihat jejak-jejak orang laki-laki, perempuan-perempuan dan anak-anak !,” Maka Murkalah Raja dan dipanggilnya para Imam-Imam bersama dengan isteri-isteri dan anak-anak mereka dan dicocok-kannya bekas telapak itu. Mereka para Imam-Imam akhirnya mengaku kepada Baginda Raja dan menunjukkan pintu-rahasia yang biasa mereka lalui untuk masuk dan mengambil habis apa yang ditaruh diatas meja sajian itu. Kemudian Raja memerintahkan perajuritnya untuk membunuh mereka semua dan membuangnya di kandang Harimau lapar; BEL diserahkan Raja kepada Daniel, yang kemudian meruntuhkan Patung Dewa-Bel dan menghancurkan tempat kuil itu. Hari ini tempat-tempat ibadah telah dipimpin para Imam-Imam, isteri-isteri dan anak-anak mereka yang kelakuannya seperti KUCING-GARONG. Hari ini para Imam-Imam dan keluarganya memiliki agenda politik untuk menjadi anggota DPR, menjadi pimpinan par*SENSOR*, penasehat Presiden atau Gubernur, mereka semua membohongi ummatnya dengan mulut manis berbau busuk, mereka tergoda kekuasaan dan kekayaan, Ummat diberinya rumput abu-abu, dan lumbungnya ada di-berbagai rekening Bank.
0
0
Yg kafir itu biasanya yg suka ngomongin org kafir...biasanya lebih kafir dari yg dia bilang kafir...sebab kalau org bragama biasanya santunndan intelek...tapi ini mah ngak lbh baik dari preman pasar...
3
4
Kenapa banyak orng menghujat Foke krn didoakan Olh pendeta?apakah pendeta itu lebih buruk or bejat dari terorisnya Indonesia yg jebolan dari pesantren2? Ingat bro \"Indonesia bukan negara Islam\"tapi negara berlandaskan pancasila,Indonesia merdeka atas perjuangan seluruh rakyat Indonesia.biar kalian ingat lagi, coba tonton Film \"sipitung& pembalasan sipitung\" Bravo Indonesiaku
0
2
Kasian Foke mati kutu karna mulutnya sendiri,sampe2 menghalalkan segala cara demi jabatan. Mulutmu Harimaumu
5
2
Kasihan PKS dukung foke yg ISLAM bukan minta doa sama Allah mintanya ke pendeta.gak sadar tuh kalo tuhannya aja beda
Selanjutnya
Copyright 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X