Belum Ada Aturan Soal Klinik Pengobatan Cina

Belum Ada Aturan Soal Klinik Pengobatan Cina

TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Toko obat Cina atau pengobatan Cina sudah lama dikenal di Indonesia. Pada masa lalu, mereka membuka praktek di kawasan Pecinan, seperti di daerah Kota, Jakarta Barat.

Hingga saat ini, kita masih bisa menemukan sejumlah toko obat Cina di Petak Sembilan, Glodok, dan sekitarnya. Belakangan muncul sejumlah klinik pengobatan tradisional Cina yang gencar beriklan. Mereka bahkan mencantumkan nomor izin membuka klinik.

Apakah di Indonesia izin praktek sinse memang diberikan?

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Medikolegal, Budi Sampurna, mengatakan belum ada peraturan yang tegas mengenai pendirian klinik pengobatan tradisional Cina.

"Kami tidak pernah memberikan izin, melainkan hanya meregistrasi," ujar Budi Sampurna seperti ditulis Majalah Tempo edisi 10 Juni 2012.

Pemberian nomor registrasi ini dilakukan untuk memantau kinerja klinik, khasiat yang dihasilkan, dan mengetahui efek samping atau bahaya dari praktek yang dilakukan.

Sayangnya, pencatatan tersebut kemudian dianggap sebagai izin. Banyak klinik pengobatan tradisional yang mengklaim registrasi sebagai izin mendirikan klinik, bahkan menjadikannya sebagai salah satu elemen iklan. Padahal, untuk mendapatkan izin, caranya tak mudah, harus ada uji klinis lebih dulu.

Nah, soal uji klinis inilah masalahnya. Perintis pengobatan Timur dalam dunia medis Indonesia, dokter Dharma Kumara Widya, menyebutkan memang belum ada penelitian logis yang bisa menjawab soal pengobatan tradisional Cina.

"Satu-satunya metode pengobatan Cina yang paling bisa diterima logika medis dan dibuktikan secara empiris baru akupunktur," ujar Kepala Departemen Akupunktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Meskipun secara medis susah dibuktikan, sesungguhnya pengobatan tradisional Cina jauh lebih tertata daripada pengobatan tradisional lain. Setidaknya mereka memiliki standar sendiri yang sudah baku.

CHETA NILAWATY | RINI KUSTIANI

Berita terpopuler lainnya:
Ramai-ramai Klinik Tong Fang, Begini Praktiknya

Dinas Kesehatan ''Sentil'' Iklan Klinik Tong Fang

Ke Klinik Tong Fang, Berobat karena Penasaran
Berobat di Klinik Alternatif Cina Mahal?
Traveling Lintas Lima Zona Waktu Bahayakan Atlet

Bumbu Mentega Buatan Memicu Alzheimer

Salon Hewan Berbahan Herbal ala UGM

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
hati hati saja soalnya sekali datang untuk pengobatan satu paket jamu untuk 10 hari ongkosnya bisa 7.5 juta.......... namanya minum jamu ..... penyakit kan gak mungkin sembuh jika hanya sekali duakali datang bisa berkali kali........ coba jika ongkos ditawar 3 juta dikali berapa kita datang......... duwitnya kan harus ratusan juta...... soal sembuh mana kita tahu,oleh sebab itu hati hati aja boz
0
0
Bukti bahwa indonesia blm punya roadmap pembangunan kesehatan. Seharusnya layanan kesehatan harus berlandaskan bukti penelitian. Jenis layanan kesehatan yg belum ada penelitiannya, adalah berbahaya bagi masyarakat. Depkesnya goblok.
Wajib Baca!
X