indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Polri Bantah Sadap Pemimpin KPK

Polri Bantah Sadap Pemimpin KPK

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Sutarman (kanan) bersama Jaksa Agung Basrief Arief (kiri) dan Ketua KPK Abraham Samad (tengah) menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Kepolisian RI di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/8). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta – Markas Besar Kepolisian RI membantah telah melakukan penyadapan terhadap pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka juga menangkis tudingan ada upaya kepolisian mempersulit KPK dalam pengusutan kasus korupsi alat simulator surat izin mengemudi di Korps Lalu Lintas Markas Besar Polri pada 2011.

“Tidak ada, tidak benar ada penyadapan itu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli, dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 13 Agustus 2012.

Kepolisian mengklaim mendukung KPK mengusut kasus yang melibatkan beberapa perwiranya tersebut. Pada kesempatan sebelumnya, Polri juga mengklaim akan mempermudah KPK mengakses para tersangka yang ditahan di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok. Selain itu, Polri juga berjanji akan memberikan KPK keleluasaan mengakses barang bukti kasus senilai Rp 196 miliar tersebut.

Dugaan penyadapan ini berawal dari pengakuan seorang perwira polisi dalam laporan utama majalah Tempo edisi 13 Agustus 2012 yang berjudul Mengapa Polisi Bertahan. Dalam pengakuannya ini, dia memaparkan ada upaya operasi gelap Mabes Polri untuk menghalangi KPK mengusut kasus simulator SIM, antara lain melalui penyadapan.

Selain penyadapan, Mabes Polri juga diduga menguntit kegiatan para pimpinan KPK. Semua usaha ini dilakukan untuk mengetahui pimpinan KPK yang paling sering mengusut kasus tersebut. Perlawanan ini juga dilakukan untuk membidik pemimpin KPK dengan mengumpulkan informasi kesalahan yang pernah dilakukan pemimpin KPK di masa lalu.

FRANSISCO ROSARIANS

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Beye sudah terlanjur kotor maka dari itu tdk bisa bersih2 lagi.apalagi sebentar lagi sudah mau pensiun akan menikmati uang hasil upeti yg disetorkan bank luar negeri. Peduli amat dgn negeri ini, btl ndak pak beye ?
0
0
Sudahlah jgn diharap lagi rezim sby yg korup penuh pencitraan yg sekali bicara hanya bisa mengatakan prihatin. semua masalah ini terjadi karena sby selalu diam tidak tegas dalam menerapkan hukum. Banci !!!!
0
0
Memang Presiden punya malu....????
0
0
Biarkan saja kepolisian mempermalukan Presiden SBY, rakyat pun semakin antipati kepada presidennya.
Wajib Baca!
X