Kolonel Sonny Jadi Komandan Upacara Kemerdekaan

Kolonel Sonny Jadi Komandan Upacara Kemerdekaan

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka Hari Ulang Tahun kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8). Upacara yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dimulai dengan peringatan detik-detik proklamasi tepat pada pukul 10.00 WIB yang diiringi dengan bunyi sirene dan 17 kali dentuman meriam. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kolonel Infanteri Sonny Aprianto, 43 tahun, terpilih menjadi komandan upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Lulusan Akadami Militer tahun 1990 ini sedang menjabat sebagai Komandan Brigadir I PIK/JS, Komando Daerah Militer Jakarta Raya.

Adapun yang terpilih menjadi petugas pembawa baki adalah Mega Ayundya, 16 tahun, anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) asal SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah.

Di sisi lain, yang bertugas menjadi komandan pasukan pengibar bendera pusaka adalah Kapten Infanteri Agus Satrio Wibowo. Lulusan Akademi Militer tahun 2003 ini menjabat sebagai Danki Protokol Brigade Infanteri I PIK/JS.

Upacara peringatan detik-detik proklamasi dimulai pukul 10.00 pagi ini di halaman Istana Merdeka. Para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, para pimpinan lembaga negara, perwakilan keluarga proklamator dan keluarga mantan presiden dan mantan wakil presiden sudah berdatangan sejak pukul 08.00. Di antaranya, Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Kabinet Indonesia Bersatu I; Try Sutrisno, mantan wakil presiden; Priyo Budi Santoro, wakil ketua DPR; dan Taufik Kiemas, Ketua MPR.

ARYANI KRISTANTI


Berita Populer:
Lomba Balap Karung di Google Doodle
Ikut Upacara Bendera di Dunia Maya
Luncurkan Pogram Baru, PBB Pilih Timor Leste
Douwes Dekker: Inspirasi Revolusi Indonesia
Kim Kardashian Pamer Bikini di Hawaii
Festival Lampu Colok di Pekanbaru
Kebun Binatang Yogya Luncurkan Wahana Taring

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
rasa trimakasih negara nampaknya uda mulai pudar,tak ada kegiatan yg menyolok sprti pengecatan jalan dan pemasangan bendera merah putih trutama d pedesaan,mari kita benahi,,,
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X