PKS Dituding Minta Rp 50 M Untuk Dukung Jokowi

PKS Dituding Minta Rp 50 M Untuk Dukung Jokowi

Ki-Ka: Anggota DPR RI Hidayat Nur Wahid, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luhfi Hasan Ishaaq, Calon gubernur dan wakil Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli menghadiri konfrensi press di Gedung DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, (11/8). Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta--PKS mendukung Fauzi Bowo setelah tercapai kesepakatan finansial. Majalah Tempo edisi 20 Agustus 2012 mengungkap lobi dan berbagai mahar dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012.

PKS sebenarnya sudah menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi-Ahok. Lobi-lobi antara PKS dan PDI Perjuangan berlangsung alot. Menurut Denny Iskandar, anggota tim sukses Jokowi, tak ada kata sepakat di antara kedua pihak menyangkut program kerja jika Jokowi terpilih kelak. Alotnya itu karena PDI Perjuangan di banyak daerah selama ini tak punya pengalaman berkoalisi dengan PKS.

Sumber Tempo di tim Jokowi dan tim Fauzi mengatakan ketidaksepakatan itu menyangkut kontrak politik. PKS, kata mereka, meminta ongkos operasional untuk menggalang suara kadernya. "Besarnya Rp 25-50 miliar." PDI Perjuangan menolak permintaan ini.

Syarat "mahar" pernah diajukan sewaktu PKS menyorongkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Triwisaksana sebagai wakil Fauzi Bowo. Di antaranya permintaan menentukan sejumlah kepala dinas. Fauzi menolak dan ketika itu menerima calon wakil gubernur yang juga diajukan Partai Demokrat, Nachrowi Ramli.

Selamat Nurdin, Ketua PKS Jakarta membantah lobi politik ini ditunggangi transaksi uang. "Saya ikut semua lobi, tak ada yang menyebut uang tunai atau kepala dinas,” kata Selamat. Menurut dia, Fauzi dipilih karena dianggap lebih mengenal Jakarta ketimbang Jokowi.

"Ini dukungan sebagai sesama ahlussunnah wal jamaah, bukan wahabi, antitahlil, antimaulid," Presiden PKS Luthfi Hasan menambahkan.

Padahal, saat kampanye, PKS menyerukan perubahan Jakarta dan menolak status quo. Namun partai ini memilih berdamai dan melupakan perseteruannya dengan Fauzi saat bertarung memperebutkan kursi gubernur 2007. Fauzi, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, mengalahkan calon PKS, Adang Daradjatun. "Demi persatuan dan kesatuan umat, kami telah saling memaafkan," kata Luthfi.

Menurut dua anggota tim Fauzi, urusan mahar ini juga dibicarakan ketika membuat kontrak politik dengan PKS. "Tapi pembicaraannya justru karena PKS ditawari Rp 100 miliar dari pihak lawan." Fauzi, kata sumber ini, tak menyanggupi jika PKS meminta jumlah yang sama. Pembahasan tak mencapai titik temu hingga pemimpin tertinggi partai itu menengahi. Tawaran akhirnya turun hingga angka Rp 20 miliar.

Dari mahar ini, PKS menjanjikan 500 ribu suara. Menurut sumber lain, PKS berjanji, berdasarkan pengalaman, kadernya loyal kepada instruksi partai. Apalagi jika ada jaminan bantuan pendanaan dalam Pemilihan Umum 2014 bila Fauzi kembali terpilih. Soal ini, Triwisaksana mengatakan, "Tak ada itu soal dukung-dukungan. Soal pendanaan kami biasa sendiri."

Jokowi tak bisa memberi jaminan seperti itu. "Kami sudah berikhtiar, tapi mereka mendukung ke sana," katanya pasrah. Jokowi lebih memilih turun ke lapangan. Sehari setelah PKS mengumumkan dukungan, ia menemui sejumlah pensiunan pejabat Provinsi Jakarta yang cukup berpengaruh. Hasilnya, muncul deklarasi "Pensiunan Pemprov DKI Pendukung Jokowi".

Baca laporan lengkapnya di Majalah Tempo yang bisa diakses di sini.

BAGJA HIDAYAT | AMANDRA MEGARANI | UKKY PRIMARTANTYO

Berita lain:
Liputan Khusus Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Foke: Ical Sahabat Saya Sejak Kecil

Gus Dur Dukung Ahok

Di Masjid Kalideres Fauzi Bowo Ingatkan Bang Kumis
PDIP: Jokowi Ditakdirkan Menjadi Gubernur DKI

Komentar (165)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
jual aqidah buat ngidupin bini empat ...buat simpatisan pks..makan tuh spanduk...kurang kalee yee gaji mereka jdi anggota hewan
0
0
Om Fauzy B memang bisa menggaet elit politik di DKI dengan uangnya, tapi jangan mundur Om Jokowi rakyat kecil seperti saya tetap memihak Om Jokowi, rakyat inginkan jakarta bersih, bersih dari tangan korup, secara akal sehat saja, buat pemilihan saja menhamburkan dana segitu besar bagaimana kalau jadi, pasti nyari ganti.
0
1
PKS kulitnya doank agamis dalemnya sama aja busuk... Nyesel dulu pilih pks...
0
0
Dah jelas.. PKS maunya duit2 mulu.. Ini partai apaan sih ? Apa kadernya berotak mata duitan ya ? Makin jelas PKS partai neo lib..
0
0
Apa yg dilakukan PKS tidaklah kita ketahui pasti. apalagi merujuk kpd fihak yg selalu bersebrangan, jangan2 hanya fitnah keji. Kalopun benar, hal ini masih wajar jika dibanding politik transaksional yg dilakukan parpol lain. Lho.... bukankah sistem politik seperti ini yg kita sepakati ??? itulah harga demograzi..... sesat menyesatkan
Selanjutnya