Pidato 17 Agustus, Foke: Jangan Golput

Jum'at, 17 Agustus 2012 | 09:06 WIB

Pidato 17 Agustus, Foke: Jangan Golput
Fauzi Bowo. TEMPO/Wisnu Agung Praseto

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan ke-67 di lapangan parkir Monas.

Dalam pidatonya, ia menyempatkan diri memaparkan keberhasilan Jakarta selama dipimpinnya. "Kita bersyukur, hasil-hasil pembangunan di DKI Jakarta, di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan fisik telah dapat dinikmati seluruh warga Ibu Kota," ujarnya di Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2012. 

Ia juga mengatakan kondisi Jakarta yang aman, nyaman, sejuk, damai dan kondusif, telah meningkatkan kepercayaan investor dan dunia usaha. "Sehingga perekonomian DKI Jakarta saat ini tumbuh sebesar 6,7%," ujarnya. "Dengan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang semakin kuat selama lima tahun terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada warga yang telah berkontribusi."

Tak hanya itu Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, juga mengapresiasi momentum pemilihan gubernur yang dinilai berjalan kondusif. "Mengingat masih ada tahapan putaran kedua tanggal 20 September 2012 mendatang, saya harap kondisi tersebut terus dipertahankan," kata dia.

Foke juga berharap segenap warga Ibu Kota kembali menggunakan hak politiknya. "Jangan golput," ujarnya.

Upacara ini dihadiri beberapa pejabat Pemda, antara lain seperti sekretaris daerah, para wali kota, pimpinan BUMD Provinsi DKI Jakarta, dan lain-lain. 

ANANDA PUTRI

Berita terpopuler lainnya:
Gus Dur Dukung Ahok
SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar
Sayang Cucu, Habibie Naik Jrangkong

Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

Jusuf Kalla Dukung Pernyataan SBY Soal Century

Presiden SBY: Terima Kasih KPK

Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter

Arsenal Terpaksa Jual Van Persie

Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

Dirjen Pajak: Kami Tahu Jaringan Mafia Pajak

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan