Granat Solo Semula Disangka Petasan  

Granat Solo Semula Disangka Petasan  

Sejumlah anggota polisi mendorong mobil patroli yang masuk selokan akibat over jalur saat memutar arah di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kamis (16/8). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Solo - Seorang saksi mata, Heru Prasetyo, yang melihat langsung penyerangan pos polisi Solo, Sabtu 18 Agustus 2012 tengah malam, mengatakan pelaku terdiri dari dua orang yang berboncengan. “Saya tidak begitu hapal ciri fisiknya,” katanya. Yang pasti, dua pelaku itu menggunakan helm warna merah dan hitam.

Saat itu, Heru mengira benda yang dilemparkan merupakan petasan. Bahkan Heru yang pada saat kejadian tengah menyeberang jalan sempat menghardiknya. “Petasan kok dilempar ke pos polisi,” katanya mengulangi bentakannya pada pelaku.

Benda yang dilempar itu ternyata granat. Ledakan langsung memecahkan kaca Pos Pengamanan Lebaran yang berada di kawasan Gladak, Solo. Tidak ada korban akibat aksi itu.

“Granat yang digunakan berdaya ledak rendah,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta, Komisaris Asdjima’in. Serangan itu hanya menyebabkan kerusakan kecil pada kursi yang ada di pos tersebut.

Polisi hingga saat ini belum memastikan jenis granat yang digunakan oleh pelaku. Termasuk, kemungkinan jika granat yang dilemparkan itu merupakan senjata rakitan. “Masih kita selidiki dulu,” kata Asdjima'in. Polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya serpihan granat.

AHMAD RAFIQ

Berita Terpopuler:

"Tidur" dengan Lima Muridnya, Wanita Ini Dipenjara

Pegawai Taman Safari Tewas Diterkam Harimau

Dimana Jokowi Selama Idul Fitri?

Pemerintah Pastikan 1 Syawal Sore Ini

Pegawai Diterkam Harimau, Taman Safari Teledor

Hakim Kartini Pernah Dinyatakan Melanggar Kode Etik

Iran Sebut Eksistensi Israel sebagai ''Penghinaan'' 

Menteri Agama Sesalkan Ketidakhadiran Muhammadiyah

Shah Rukh Khan Rindu Mudik

Lion Air Ditegur di Batam

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X