Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Banjir Aceh dan Gempa Palu, Pemerintah Kirim Dokter

image-gnews
Penggunan jalan memanfaatka jasa becak untuk melawati genangan banjir di Gampong (Desa) Baro Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (15/4). ANTARA/Irwansyah Putra
Penggunan jalan memanfaatka jasa becak untuk melawati genangan banjir di Gampong (Desa) Baro Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (15/4). ANTARA/Irwansyah Putra
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita Supandji mengatakan tim Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan tingkat regional siap memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Aceh dan gempa di Palu, Sulawesi Tengah yang mengalami masalah kesehatan.

“Sistemnya sudah berjalan,” kata Ratna kepada wartawan usai Sholat Idul Fitri di Kantor Kementerian Kesehatan, 19 Agustus 2012. Dia memastikan  tenaga kesehatan di Pusat Penanggulangan Kesehatan Krisis Regional  sudah turun ke lapangan. Pusat-pusat penanggulangan krisis tersebut juga sudah dilengkapi dengan semua perlengkapan, termasuk obat-obatan dan makanan pendamping ASI (Air Susu Ibu).

Menurut Ratna, saat ini Kementerian Kesehatan memiliki Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan di tujuh regional dan dua sub regional. Pusat-pusat itu ada di DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Utara. Ia mengatakan ketersediaan obat-obatan di daerah-daerah tersebut cukup.

Sabtu dinihari, 18 Agustus 2012, banjir bandang melanda Desa Naga Timbul, Liang Pangi, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara. Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulan Bencana menyebutkan empat orang meninggal, dua orang hilang, 40 rumah hancur, 48 rumah rusak berat, satu masjid rusak berat, 11 jembatan hanyut, 5 kilometer jalan amblas, dan terdapat 11 titik longsor.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada hari yang sama, di Palu, Sulawesi Tenggara terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala richter. Akibat gempa ini, jalanan tertutup longsor, sekitar 40 rumah rusak berat, dan satu orang anak mengalami luka tertimpa dinding.

GADI MAKITAN

Berita Terpopuler:
Dimana Jokowi Selama Idul Fitri?

Pegawai Diterkam Harimau, Taman Safari Teledor

Menteri Agama Sesalkan Ketidakhadiran Muhammadiyah

Lion Air Ditegur di Batam

Pos Polisi Solo Kembali Diserang

Mancini: MU Punya Lini Depan Terbaik di Dunia

Hasil Lengkap Pertandingan Liga Inggris

Diajak Sungkeman, Cucu SBY Malah Ngumpet

Warga Diminta Tenang, Target Penembakan Adalah Polisi

Kontrak Aneh Flamengo Untuk Adriano

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

7 Maret 2022

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang berhasil menciptakan alat pemantau longsor. Foto : UNNES
Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menciptakan alat pemantau longsor. Alat tersebut sudah dipasang di Banjarnegara.


Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

20 November 2021

Sejumlah warga menyaksikan jalan raya yang ambles di lokasi bencana longsor di Desa Clapar, Madukara, Banjarnegara, Jateng, 30 Maret 2016.  Berdasarkan pantauan BPBD, longsoran diperkirakan sudah bergerak sejauh 2-3 kilometer dari ujung hingga bawah dan dikhawatirkan akan semakin meluas. ANTARA/Anis Efizudin
Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

Longsor Banjarnegara pada Jumat malam menimpa dua rumah warga.


Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

2 November 2019

Ilustrasi longsor. shutterstock.com
Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

Longsor ini menyebabkan dua rumah tertimbun dan satu orang meninggal.


Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

2 November 2019

Ilustrasi longsor. shutterstock.com
Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

Retakan tanah tersebut berlokasi di sebelah timur rumah yang kemudian tertimbun longsor.


Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

25 September 2016

TEMPO/Budi Purwanto
Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

Rumah itu tertimpa reruntuhan tanah dan menewaskan satu orang dan delapan anggota keluarga lainnya luka-luka.


3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

19 Juni 2016

Jalan menghubungkan Kecamatan Madukoro-Pagentang, Banjarnegara, Jawa Tengah, rusak dan retak akibat tanah longsor, 27 Maret 2016. Longsor yang terjadi secara merayap dan perlahan seluas lima hektare, mengakibatkan 196 rumah warga rusak dan 14 diantaranya rusak berat. TEMPO/Irsyam Faiz
3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

Ketiga korban sedang membersihkan longsor saat terjadi
longsor susulan.


Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

19 Juni 2016

ANTARA/Agus Bebeng
Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

Korban meninggal di Grumbul Wanarata disebabkan tertimbun material longsor susulan saat sedang bekerja bakti menyingkirkan longsoran.


Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

19 Juni 2016

Warga bersama relawan bergotong royong membuat saluran air di lokasi bencana longsor dan tanah bergerak di Desa Clapar, Madukara, Banjarnegara, Jateng, 31 Maret 2016. Sedikitnya 21 rumah roboh, serta ratusan lainnya  terancam roboh. ANTARA/Anis Efizudin
Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

Enam orang yang meninggal sudah dievakuasi, sementara satu korban masih dalam pencarian.


Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

13 April 2016

Jalan menghubungkan Kecamatan Madukoro-Pagentang, Banjarnegara, Jawa Tengah, rusak dan retak akibat tanah longsor, 27 Maret 2016. Longsor yang terjadi secara merayap dan perlahan seluas lima hektare, mengakibatkan 196 rumah warga rusak dan 14 diantaranya rusak berat. TEMPO/Irsyam Faiz
Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

Potensi longsor masih ada apabila curah hujan tinggi.


Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

31 Maret 2016

Jalan menghubungkan Kecamatan Madukoro-Pagentang, Banjarnegara, Jawa Tengah, rusak dan retak akibat tanah longsor, 27 Maret 2016. Longsor yang terjadi secara merayap dan perlahan seluas lima hektare, mengakibatkan 196 rumah warga rusak dan 14 diantaranya rusak berat. TEMPO/Irsyam Faiz
Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

Longsoran diperkiraan sudah bergerak sejauh 2-3 kilometer dari ujung hingga bawah. Sedang lebar longsoran 100 -200 meter.