Foke: Untung Gubernur Bisa Nabuh Bedug

Minggu, 19 Agustus 2012 | 09:34 WIB

Foke: Untung Gubernur Bisa Nabuh Bedug
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memberikan santunan secara Simbolis kepada mantan atlet provinsi DKI Jakarta dalam rangkaian acara buka Puasa bersama yang diselenggarakan KONI Provinsi Jakarta di gedung olah raga Judo Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/08). Acara ini merupakan bentuk wujud perhatian dan kepedulian KONI DKI Jakarta terhadap kaum dhuafa dan Yatim Piatu serta untuk meningkatkan silaturahmi dengan sesama di bulan suci Ramadhan.TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta: Puncak kompetisi Pemilihan Gubernur Jakarta memang tinggal kurang dari sebulan. Tak heran, persaingan pun terus memanas. Gubernur Jakarta Fauzi Bowo menggunakan kesempatan Malam Takbiran di Warakas, Jakarta Utara, untuk menegaskan keunggulannya dibanding pesaingnya, Walikota Solo Joko Widodo

"Untung gubernurnya orang Nahdlatul Ulama, masih bisa nabuh bedug. Coba kalau gubernurnya dari lain-lain," katanya, Sabtu 18 Agustus 2012, sebelum mengumandangkan takbir.

Di depan jamaah masjid, Foke juga berharap Ibu Kota Jakarta lebih dekat dengan Tuhan dan diberikan yang terbaik oleh-Nya. "Semoga Allah tidak membawa umatnya jauh dan membawa Ibu Kota Jakarta lebih dekat ke jalan Allah," ujar dia. Ucapan Foke ini langsung diamini oleh pengunjung masjid tersebut.

Foke memang sudah lama jadi pengurus NU di Jakarta.

NUR ALFIYAH

Berita Terpopuler:
"Tidur" dengan Lima Muridnya, Wanita Ini Dipenjara
Pegawai Taman Safari Tewas Diterkam Harimau

Dimana Jokowi Selama Idul Fitri?

Pemerintah Pastikan 1 Syawal Sore Ini

Pegawai Diterkam Harimau, Taman Safari Teledor

Hakim Kartini Pernah Dinyatakan Melanggar Kode Etik

Iran Sebut Eksistensi Israel sebagai ''Penghinaan'' 

Menteri Agama Sesalkan Ketidakhadiran Muhammadiyah

Shah Rukh Khan Rindu Mudik

Lion Air Ditegur di Batam

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan