10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana

10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana

Sejumlah personil TNI meneriakkan yel pasukan seusai pulang tugas pengamanan Papua di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (16/1).TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Kaimana - Bentrok antaraparatur negara kembali terjadi di Kaimana, Papua Barat, Ahad 19 Agustus 2012, sekitar pukul 18.00. Akibat insiden ini, sedikitnya dua sepeda motor milik polisi dibakar dan markas Sub-Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) di sana rusak ringan.

Insiden bermula dari cekcok biasa antara warga Kaimana dengan seorang polisi di tengah kota. Polisi berpakaian preman ini menegur si pemuda. Ternyata, pemuda itu adalah adik seorang tentara bernama Pratu Robby. Prajurit yang bertugas di Subdenpom ini kebetulan melintas dan melihat adiknya bermasalah dengan polisi.

“Robby berusaha melerai dan minta masalah antarmereka diselesaikan saja di tempat itu,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol (Inf) Jansen Simanjuntak, Minggu, 19 Agustus 2012, malam.

Rupanya sang polisi tak terima dengan cara Robby menyelesaikan masalah. Dia mengajak 9 rekannya untuk menyerbu kantor Robby di Subdenpom Kaimana. “Mereka berteriak-teriak di markas kami, mencari Robby,” kata Jansen. Dua petugas jaga di markas, Sertu Ady dan Prada Along, juga dipukuli oleh tamu-tamu tak diundang ini. Beberapa bagian bangunan dirusak.

Ady dan Along segera lari mencari bantuan. Kebetulan di belakang Denpom ada perumahan Kodim Kaimana. Para tentara yang sedang beristirahat, langsung balik menyerang 10 polisi yang masih sibuk mencari Robby di kantor Denpom. Situasi berbalik. Giliran polisi yang kabur tunggang langgang. Dua sepeda motor mereka yang tertinggal, langsung dibakar prajurit.

Setelah bentrok mereda, Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Kaimana, Lettu CPM Joko, bertemu dengan Kasatlantas Polres Kaimana di lokasi kejadian. “Tampaknya pelaku mabuk,” kata Jansen. Polisi dan militer pun sepakat berdamai.

Dandim 1713/Kaimana Letkol (inf) Susilo mengatakan bentrokan ini terjadi akibat kesalahpahaman dua belah pihak. “Tapi persoalan ini sudah diatasi secara kekeluargaan,” ujarnya.

JERRY OMONA

Berita Terpopuler:
Guru SD Unggah Foto Telanjang di Facebook

Ada Spanduk Dukungan Foke di Tempat Pemakaman

Ketua Komisi Yudisial: Kartini dan Heru Bandit

Diajak Sungkeman, Cucu SBY Malah Ngumpet

Boediono Kunjungi Mega, Open House Bubar

Djan Faridz dan Fauzi Bowo Akur di Istana

Polisi Telusuri Kelompok Sakit Hati

Warga Diminta Tenang, Target Penembakan Adalah Polisi

Spanduk di Kuburan, Panwaslu Akan Surati KPU

Trio Macan2000 Sampaikan Lebaran Lewat Twitter

Komentar (24)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
hahahahaha malu maluin, katanya nyerang eh malah lari.. gkgkgkgkgkgkgkgkgkgk
1
0
Wuih yg komen kayanya puas bgt bisa sumpah serapah dan nyaci makhluk coklat busuk! Saking bencinya sama coklat busuk jadi merasa paling bersih benar dan sok suci, munafik semua luh pada.
0
1
Kalau polisi nyerang markas tentara ngga boleh ya? Ini pun cuma sekali-kalinya! Tapi kalau tentara nyerang markas polisi ngga apa ya? Sudah sering dari dulu juga ngga apa kok!
0
0
Polri citranya buruk dimata rakyat dan ini dijadikan kesempatan oleh TNI buat ambil simpati rakyat.
6
0
Saya yakin yang komentar rata2 munafik dan pengecut beraninya omdo! Wkwkwkwk. Nah baru kali ini ada polisi (polantas) berani nyerang Markas Tentara. Kalau kasus yang sudah2, biasanya tentara pengecut yang keroyokan nyerbu Markas Polisi. Sudah ribuan kasus dari dulu sampai sekarang! Besok siap2 aja Hansip dan Satpam nyerbu markas TNI-Polri.
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X