Yamaha Bangun Pengolahan Air Minum di Indonesia

TEMPO/Nita Dian
Topik
TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha Motor Co, perusahaan yang terkenal sebagai produsen otomotif, akan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Dikutip dari laman The Yomiuri Shimbun hari ini, Yamaha berencana memasuki bisnis fasilitas pengolahan air minum.
Langkah ini mengikuti beberapa perusahaan Jepang lainnya untuk masuk ke bisnis yang nilainya secara global mencapai US$ 5 triliun. Secara jangka panjang, Yamaha berharap, pasar yang belum banyak berkembang di Afrika dan pedesaan Asia ini bisa meningkatkan penjualan sepeda motornya.
Fasilitas ini dibangun Yamaha tidak hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain di Asia dan Afrika. Sebagai langkah awal, fasilitas pengolahan air minum skala kecil dibangun di lima lokasi di Senegal dan Indonesia, termasuk di antaranya pelayanan air minum untuk masyarakat lokal.
Namun Yamaha belum memerinci letak-letak fasilitas tersebut dan berapa total investasi yang dibutuhkan. Masing-masing fasilitas didesain untuk menyediakan 8.000 liter air per hari untuk melayani sekitar 200 rumah tangga. Order serupa juga diterima perusahaan ini untuk Mauritania, Afrika Barat.
Yamaha menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) juga berbagai organisasi non-profit, lembaga internasional, serta pemerintahan lokal untuk kontribusi finansial. Tahun 2010 lalu, JICA membantu dana penelitian sebesar 50 juta yen.
YOMIURI SHIMBUN | ARYANI KRISTANTI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Hari Terakhir, KPU Bakal Digeruduk 11 Parpol
- Satu Anak Buah Klewang Menyerahkan Diri
- Israel Bantah Tembak Bocah Palestina 13 Tahun Lalu
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Kejaksaan Tetap Akan Eksekusi Bupati Aru













