Korban Kebakaran Kapuk Muara Tak Punya Sertifikat

Korban Kebakaran Kapuk Muara Tak Punya Sertifikat

Seorang anak memungut buku pelajarannya di bekas lokasi kebakaran yang melumat ratusan rumah di kawasan Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Rabu (21/4). Kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/4) tersebut menjalar dari satu rumah ke rumah lain karena hampir seluruh rumah terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut. TEMPO/Panca Syurkani

TEMPO.CO, Jakarta - Warga korban kebakaran RT 10 RW 04, Kapuk Muara, Jakarta Utara tidak memiliki administrasi kepemilikan rumah atau tanah di daerah itu.

“Kami hanya punya bangunan rumah di tanah ini,” kata ketua RT 10 RW 04 Udin, ketika ditemui di lokasi kebakaran, Rabu, 22 Agustus 2012.

Udin mengaku, tidak pernah membayar pajak bumi dan bangunan atas rumah yang dimilikinya. Namun, ia tetap membayar listrik dan air di rumahnya. Menurut dia, ada orang yang biasa menagih air dan listrik di daerah itu.

Salah satu korban kebakaran, Sati, juga menyatakan hal yang sama. Wanita 42 tahun ini tidak pernah membayar pajak atas rumah yang dimilikinya. “Saya belum pernah bayar sih,” kata ibu lima anak ini.

Warga lain, Ningsih, sependapat dengan Sati. “Sejak 10 tahun saya tinggal di sini, saya belum pernah bayar pajak,” katanya.

Kebakaran kembali terjadi di Jakarta. Kali ini api melahap ratusan rumah di RT 10 RW 04, Kapuk Muara, Jakarta Utara. "300 rumah yang terbakar, semuanya rumah papan," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Nurdin Silalahi, saat dihubungi hari ini.

Nurdin mengatakan, kebakaran bermula pada jam 09.30 dari sebuah kompor. Api kemudian dengan cepat melahap rumah-rumah yang dibangun di atas empang tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 26 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

MITRA TARIGAN



Berita Terkait:
Puluhan Rumah Terbakar di Duren Sawit

Korsleting, Rumah Terbakar di Pondok Pinang

Tujuh Lapak Pemulung di Tambora Dilalap Api

Kantor PU Kota Palu Terbakar

Korban Kebakaran Karet Tengsin Butuh Bahan Bangunan

Komentar (6)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
YaAlloh berikan kekuatan kami sampai dengan 20 sept 2012, berikan kemudahan hidup tenang setelah foke turun jabatan, amieennn, persis pilgub th 2005 sewaktu ratu atut vs marisa pasar sampai kebakar 3x, Jakarta sdh takdirnya gubenurnya Jokowi, biar terbakar nantinya ditat jokowi bertambah baik dan asri, amieen
0
0
YaAlloh berikan kekuatan kami sampai dengan 20 sept 2012, berikan kemudahan hidup tenang setelah foke turun jabatan, amieennn, persis pilgub th 2005 sewaktu ratu atut vs marisa pasar sampai kebakar 3x, Jakarta sdh takdirnya gubenurnya Jokowi, biar terbakar nantinya ditat jokowi bertambah baik dan asri, amieen
0
0
YaAlloh berikan kekuatan kami sampai dengan 20 sept 2012, berikan kemudahan hidup tenang setelah foke turun jabatan, amieennn, persis pilgub th 2005 sewaktu ratu atut vs marisa pasar sampai kebakar 3x, Jakarta sdh takdirnya gubenurnya Jokowi, biar terbakar nantinya ditat jokowi bertambah baik dan asri, amieen
0
0
tak bayar pbb berarti status tanah atas nama milik orang lain, inilah bom waktu sisa orde baru dengan sistem tata kota yang amburadul.
0
0
Walaupun Jakarta menjadi lautan api, saya tetap pilih Jokowi.
Selanjutnya
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X