Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Marzuki Alie Malu Kericuhan Syiah Sampang  

image-gnews
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2012. Marzuki Alie menegaskan partainya akan memecat kader yang terlibat kasus korupsi terkait kader Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya, yang dituduh menyuap Bupati Buol, Arman Batalipu dan Bahkan jika dirinya tersangkut kasus korupsi, maka Marzukie siap dipecat dari Demokrat dan mundur dari Ketua DPR. TEMPO/Imam Sukamto
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2012. Marzuki Alie menegaskan partainya akan memecat kader yang terlibat kasus korupsi terkait kader Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya, yang dituduh menyuap Bupati Buol, Arman Batalipu dan Bahkan jika dirinya tersangkut kasus korupsi, maka Marzukie siap dipecat dari Demokrat dan mundur dari Ketua DPR. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Ali mengaku kecewa dengan kasus kekerasan yang dipicu oleh agama di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang terjadi Ahad kemarin. Dirinya merasa malu karena, menurut dia, kasus ini tidak akan terjadi jika pemimpin agama bisa mensosialisasikan ajaran agama Islam yang sesungguhnya.

"Seharusnya Menteri Agama mensosialisasikan sejak awal mengenai ajaran Islam yang sebenarnya," ujar Marzuki di kantornya, Senin, 27 Agustus 2012.

Menurut dia, Islam tidak seharusnya menggunakan kekerasan dalam mengatasi permasalahan. Jika sampai ada tindakan melanggar hukum, artinya pemuka agama telah gagal memberikan pengertian kepada umatnya. "Kalau sudah begini, harus pemimpin paling atas yang bisa mengubah keadaan, Menteri Agama."

Menurut Marzuki, beberapa pesantren di Indonesia kemungkinan mengajarkan kekerasan sehingga umatnya menjadi brutal. Namun, di beberapa kasus, tidak sepenuhnya kekerasan terjadi karena adanya perbedaan. Bisa jadi karena ada kepentingan bisnis atau politik antarpemimpin.

"Itu yang juga ditanyakan di Twitter. Kenapa banyak yang menyeret-nyeret nama agama," kata dia. Marzuki melanjutkan, sosok yang paling bisa mempengaruhi masyarakat biasanya adalah pemimpin agama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Nah, pemimpinnya ini kadang masuk dunia politik. Dalam konteks dapat dukungan," ujarnya. Marzuki mengatakan sebenarnya sah-sah saja jika pemuka agama berpolitik. Namun ia mengharapkan pemimpin agama bisa tetap berada di jalur independen. "Silakan bangun pesantren, tapi jangan untuk cari dukungan," kata dia.

Ahad kemarin, sepuluh rumah milik warga komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dibakar oleh sekitar 200 orang dari kelompok anti-Syiah. Selain ada dua korban meninggal, sekitar 10 rumah warga Syiah dibakar.

ELLIZA HAMZAH


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Viral Pengeroyokan, India Marak Aksi Kekerasan atas Nama Agama

27 Juni 2019

Seorang pengunjuk rasa memegang poster selama protes menentang aksi main hakim sendiri sampai mati terhadap seorang pria Muslim Tabrez Ansari oleh gerombolan Hindu, di Kolkata, India, 26 Juni 2019. [REUTERS / Rupak De Chowdhuri]
Viral Pengeroyokan, India Marak Aksi Kekerasan atas Nama Agama

Protes kekerasan atas nama agama digelar di India, setelah gerombolan Hindu melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria Muslim pekan lalu.


SETARA Curiga Kekerasan Pemuka Agama Sebagai Sebuah Rangkaian

20 Februari 2018

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina, DI Yogyakarta, Minggu (11/2)11 Februari 2018. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyerangan gereja ini. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
SETARA Curiga Kekerasan Pemuka Agama Sebagai Sebuah Rangkaian

Hendardi mengatakan bahwa tujuan dari pihak yang melakukan penyerangan itu, yakni menciptakan instabilitas.


Kasus Kebaktian Pulogebang: Djarot Minta?Penghuni Rusun?Toleran

26 September 2017

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Gedung KPK guna melakukan kerjasama dalam bidang pengawasan pajak Provinsi DKI Jakarta, 25 September 2017. Tempo/Muhammad Irfan Al Amin
Kasus Kebaktian Pulogebang: Djarot Minta?Penghuni Rusun?Toleran

Djarot mengatakan tindakan Joker membubarkan kebaktian Pulogebang tidak mencerminkan Islam yang damai dan penuh rahmat.


Rusun Tempat Kebaktian Pulogebang Jadi Percontohan Toleransi

26 September 2017

Pembentukan Forum Komunikasi Antar Agama dan Suku untuk Rusun Pulogebang pada Senin, 25 September 2017, di Rusun Pulogebang. Pembentukan forum ini dipicu kasus kebaktian Pulogebang. Warga Rusun Pulogebang
Rusun Tempat Kebaktian Pulogebang Jadi Percontohan Toleransi

Setelah kasus kebaktian Pulogebang terjadi, Forum Komunikasi akan menunjuk perwakilan dari agama dan suku pada setiap blok selaku komunikator.


Polisi Ungkap Dampak Video Viral Rusuh Kebaktian Pulogebang

26 September 2017

Surat permintaan maaf dari Nasoem Sulaiman alias Joker. Surat ini dibuat Nasoem setelah proses media bersama pihak jemaat KGPM Sidang Daniel, warga dan Polsek Cakung, Jakarta Timur. FOTO: Dokumentasi Warga
Polisi Ungkap Dampak Video Viral Rusuh Kebaktian Pulogebang

Sukatma pun menerangkan bahwa video rusuh kebaktian Pulogebang yang viral tersebut tidak lengkap .


Kasus Perusuh Kebaktian Pulogebang Dianggap Selesai Setelah...

26 September 2017

Surat permintaan maaf dari Nasoem Sulaiman alias Joker. Surat ini dibuat Nasoem setelah proses media bersama pihak jemaat KGPM Sidang Daniel, warga dan Polsek Cakung, Jakarta Timur. FOTO: Dokumentasi Warga
Kasus Perusuh Kebaktian Pulogebang Dianggap Selesai Setelah...

Tokoh masyarakat telah membuat kesepakatan agar insiden pembubaran kebaktian Pulogebang tidak terulang.


Komnas Perlindungan Anak Minta Kasus Kebaktian Pulogebang Diusut

25 September 2017

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait berkunjung ke lokasi penggusuran di Pasar Ikan Luar Batang, Jakarta, 19 April 2016. TEMPO/Rezki
Komnas Perlindungan Anak Minta Kasus Kebaktian Pulogebang Diusut

Arist?berpendapat, menjalankan ibadah, termasuk kebaktian?Pulogebang,?adalah hak fundamental yang dilindungi secara universal.


Pria Perusuh Kebaktian Pulogebang Sudah Kembali ke Rusun

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Pria Perusuh Kebaktian Pulogebang Sudah Kembali ke Rusun

Pria bernama Nasoem Sulaiman alias Joker terekam kamera tengah membubarkan kebaktian Pulogebang


Sisi Lain Joker Si Perusuh Kebaktian Pulogebang

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Sisi Lain Joker Si Perusuh Kebaktian Pulogebang

Nasoem alias Joker rajin beribadah dan menjadi tokoh masyarakat di rusun. Dia dibawa ke kantor polisi lantaran membuat rusuh kebaktian di Pulo Gebang.


Begini Permintaan Maaf Joker Telah Ganggu Kebaktian Pulogebang

25 September 2017

Kondisi Noesam Sulaiman setelah dipukuli beberapa orang tak dikenal, sore menjelang Maghrib, 24 September 2017. Dok. warga
Begini Permintaan Maaf Joker Telah Ganggu Kebaktian Pulogebang

Tak sampai 24 jam setelah mengganggu kebaktian di Rumah Susun Pulogebang, Joker dihajar empat orang pria bertubuh tinggi dan besar di rumahnya.