indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pesawat OV-10 Bronco Masih Tersisa Tujuh Unit

Pesawat OV-10 Bronco Masih Tersisa Tujuh Unit

Petugas mengecek kelengkapan esawat OV-10 Bronco yang mangkrak di selter SKADRON 21 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/8). TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Malang-Penggantian pesawat taktis OV-10 Bronco dengan Super Tucano tak lepas pertimbangan keselamatan terbang para pilot TNI Angkatan Udara. Sejumlah kecelakaan menimpak skuadron Bronco, sehingg dari 10 unit Bronco hanya tersisa 7 unit setelah 3 pesawat jatuh.



Satu unit pesawat jatuh di era 1990-an, disusul jatuhnya OV-10 Bronco TT-1011 dan menewaskan dua prajurit pada Jumat, 22 Juli 2005, di kawasan hutan Jabung, Kabupaten Malang.

Ke3mudian pada 23 Juli 2007, OV-10 Bronco TT-1044 jatuh dari ketinggian 500 kaki atau sekitar 167 meter dari permukaan tanah di Dusun Bunut, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, sekitar 1,5 kilometer di timur landasan Pangkalan. Seorang prajurit tewas.



OV-10 Bronco dinyatakan grounded atau tidak lagi dioperasikan oleh Markas Besar TNI Angkatan Udara pada 2009 setelah mengalami kecelakaan. Pesawat tempur buatan North Amerincan Rockwell, Amerika Serikat, itu pertama kali diterima dan dioperasikan pada akhir September 1976.

Bronco telah dioperasikan di banyak operasi, antara lain Operasi Seroja (1976-1979) di Nusa Tenggara Timur, Operasi Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Operasi Halilintar (1978) di Riau.

Saat penyambutan Super Tucano, tiga pesawat OV-10 Bronco juga dipajang di depan hanggar Skadron Udara 21. Nantinya seluruh pilot OV-10 Bronco akan menerbangkan empat pesawat tempur taktis ringan Super Tucano EMB-314/A-29 baru yang dimiliki TNI AU.



ABDI PURMONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X