Jokowi Luncurkan Game Selamatkan Jakarta

Minggu, 02 September 2012 | 22:19 WIB

Jokowi Luncurkan Game Selamatkan Jakarta
Joko Widodo dan Basuki T. Purnama (Ahok). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta-Ada persamaan antara Joko Widodo, calon Gubernur DKI Jakarta, dengan Angry Bird. Penasaran? Mainkan saja game online Selamatkan Jakarta.

Dalam game yang diluncurkan perdana Minggu 2 September 2012 ini Jokowi memang digambarkan sebagai jagoan. Berbekal bom tomat dia dimainkan untuk merubuhkan konstruksi yang dibangun dari masalah sampah dan korupsi di Jakarta.

“Saya menilai game ini adalah cara yang tepat untuk masuk ke segmen pemilih muda,” kata Jokowi dalam peluncuran yang dilakukan di Rumah Inovasi, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu 2 September 2012.

Menurut Jokowi, para pemilih usia muda itu dominan dalam 30-40 persen angka golput dalam pilkada DKI. Mereka bosan mengikuti isu pilkada dengan cara lama misalnya pasang baliho. “Sekarang ada cara yang lebih cerdas lewat Kaskus, Twitter, Facebook," katanya.

Jokowi juga mengaku memanfaatkan game sebagai cara untuk menanggapi isu-isu yang belakangan menyudutkannya, antara lain isu suku, agama, dan ras. Dia menyebutnya sebagai cara yang inovatif dan cerdas. “Kalau di sana menyampaikan black campaign, di sini keluar boneka. Disana ada isu SARA, ini kita keluarkan game.”

Juwanda, pembuat game, setuju permainan lebih efektif untuk berkampanye di kalangan anak muda. Menurut dia, anak muda sekarang memang hampir setiap jam bersinggungan dengan media sosial.

Game Selamatkan Jakarta, kata dia, bisa diakses melalui Facebook dan situs www.metric-design.com. Game ini juga diaku sudah dimainkan sebanyak 450 ribu kali dan sempat menjadi trending topic di Twitter.

Dengan game ini, Juwanda berharap dukungan bagi Jokowi-Basuki akan semakin mengalir. "Ini bentuk kontribusi dan support bagi Jokowi-Ahok," katanya.

ANANDA W. TERESIA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan