indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Densus 88 Bekuk Tersangka Teroris Solo di Depok

Densus 88 Bekuk Tersangka Teroris Solo di Depok

Polisi berjaga di lokasi baku tembak antara anggota Densus 88 dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. Baku tembak tersebut menewaskan satu anggota densus dan dua terduga teroris. TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Depok - Tim gabungan Detasemen Khusus 88 dan Gegana Antiteror Markas Besar Kepolisian RI meringkus tersangka teroris Firman, 19 tahun, di Depok. Firman diduga terkait dengan kasus penembakan sejumlah polisi di Solo.

Polisi menangkap Firman di Perumahan Taman Anyelir 2, Blok E-1 Nomor 1, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 5 September, 2012 sekitar pukul 05.00 WIB. "Dia baru datang kemarin siang dari Solo," kata Camat Cilodong, Marjaya, di tempat penangkapan, Rabu, 5 September 2012.

Menurut Marjaya, rumah ini milik keluarga tersangka, yakni Empong, 37 tahun, dan Nasuha, 40 tahun. Firman adalah keponakan Empong dari Solo. "Dia mendatangi keluarganya dengan alasan libur bekerja," katanya.

Marjaya mengatakan saat penggerebekan, keluarga Nasuha sedang tertidur. Di dalam rumah itu ada enam orang, yaitu Nasuha, Empong, tiga orang anaknya, dan Firman. "Sampai saat ini Empong masih histeris," katanya.

Satpam Perumahan Taman Anyelir, Mursyid, yang menyaksikan penggerebekan itu, kaget dengan penangkapan tersangka teroris itu. Menurut Mursyid, Tim Densus 88 datang ke lokasi pada Selasa malam, 4 September 2012, sekitar pukul 23.30 WIB. "Kami langsung mengizinkan karena melihat mereka dari petugas Densus 88," katanya.

Menurut Mursyid, tim gabungan terdiri dari 30 orang bersenjata laras panjang lengkap dengan tamengnya. Mereka mengidentifikasi dan menyelidiki setiap rumah. "Mereka mengintai sampai pukul 04.30 WIB dan pasukan juga ditambah sekitar 20 orang," katanya.

Kemudian pada pukul 05.00 WIB, petugas langsung menggerebek. Sekitar 20 menit penggerebekan, tim meringkus satu orang. "Ada empat kali tembakan dan suara teriakan Ibu Empong," katanya.

Menurut Mursyid, pelaku langsung dibawa tim gabungan dengan mobil yang sudah disiapkan. "Saya melihat dari jarak jauh dia diseret keluar dan dinaikkan ke mobil," katanya.

ILHAM TIRTA

Berita Populer:
Dua Juta Avatar Mendiang Munir di Twitter

Suzuki SX4 2013 Dibanderol Mulai Rp 181 juta

Di Beijing, Hillary "Diingatkan" Para Pejabat Cina

Kata Roy Suryo Soal Baku Tembak di Solo

Polisi Usir Pendukung John Kei di PN Jakarta Pusat

Miranda Goeltom Yakin Bebas

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X