indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Aqil Siradj: Negara di Ambang Perang Saudara

Aqil Siradj: Negara di Ambang Perang Saudara

Said Agil Siradj. TEMPO/ Kink Kusuma Rein

TEMPO.CO, Cirebon - Ketua PB NU KH Said Aqil Siradj mengungkapkan saat ini negara Indonesia di ambang perang saudara. Karenanya, dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 di Pesantren Kempek, Cirebon, pada 14-17 September mendatang, NU mengangkat tema: "Kembali ke Khittah Indonesia 1945 sebagai Pemersatu Bangsa".

"Saat ini kita tengah di ambang perang saudara," kata Said Aqil Siradj di Pesantren Kempek, Cirebon, Kamis, 6 September 2012. Dalam acara Munas NU nanti Said Aqil bertindak sebagai penanggung jawab acara tersebut.

Dijelaskan Aqil, saat ini beberapa kelompok ada yang menginginkan agar 7 kata-kata dalam piagam Jakarta, yaitu "dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya", dipakai kembali dalam asas negara kita. Ada pula kelompok lainnya yang menginginkan agar Indonesia menganut sistem kekhalifahan.

Menurut Agil, adanya berbagai keinginan inilah yang nantinya akan menjadi bom waktu dan menjadi bibit perpecahan di negeri Indonesia. Karena itu, sudah waktunya Indonesia kembali kepada Pancasila sebagai dasar negara.

Dijelaskan Agil, Pancasila sebenarnya sudah identik dengan syariat Islam. Pancasila inilah sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama. "Sudah saatnya kita kembali ke nilai-nilai luhur Pancasila," katanya.

Sementara itu, Ahmad Jaini, ketua panitia lokal Munas NU menjelaskan, Munas NU levelnya berada di bawah muktamar. "Munas ini nantinya diikuti oleh perwakilan dari 33 provinsi. Masing-masing provinsi mengirimkan 10 peserta," katanya. Ditambah dengan perwakilan dari masing-masing badan otonom (banom), diprediksi jumlah peserta bisa mencapai 600 orang.

Dijelaskan Jaini, persiapan pelaksanaan munas dan konbes NU ini sudah selesai 93 persen. Munas ini nantinya akan membahas masalah-masalah yang nyata terjadi di masyarakat, masalah yang terkait dengan undang-undang, masalah yang berkaitan dengan program dan organisasi.

Direncanakan, Presiden SBY akan turut hadir dalam munas NU di Cirebon ini, tepatnya pada 17 September.

IVANSYAH

Berita lain:
Diskusi Buku Prijanto Ricuh

Fabregas Frustrasi di Barcelona

Diperiksa KPK, Jacobus Bungkam Soal Fee Bhatoegana

Analis: Hati-Hati Beli Saham Kelompok Bakrie

Gunung Termungil Sejagad Ada di Amerika

Drama Penculikan Anak di Bandung Terbongkar

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Orang yang mengaku Islam saat ini itu aneh!!! banyak yang pengen mendirikan Negara Islam tapi tidak paham dengan Islam!!! Kalau sudah ahli hadisth merasa hebat tapi yang Ahli Al-Qur''''an tidak ada!!! Saat ini Hapir seluruh umat islam di Dunia TIDAK ADA YANG PAHAM AL-QUR''''AN secara KAFAH. Tahu hanya sepotong terus diterangkan dengan Hadist sudah merasa benar.Padahal Allah sudah menurunkan Al-QUR''''AN dengan lengkap sempurna beserta penjelasannya dengan sejelas-jelasnya di ayat yg lain. Jadi tidak perlu ditafsiri oleh Manusia, bagaimana Manusia yg ilmunya hanya sedikit sudah kemaki merasa hebat menyamai Allah. Pelajari Al-Qur''''an secara murni dan konsekuen dengan ditadabur ayat-ayatnya, jangan hanya di hafal karena Al-Qur''''an adalah petunjuk bagi seluruh Manusia, bagaimana dapat petunjuk kalau hanya di HAFAL!!!Karena hanya hafal mendustakan ayat-ayat Allah akhirnya tidak tahu, misalnya mendirikan negara islam, teroris, umat harus sama semua yang tidak sama dimusuhi,dianiaya bahkan dibunuh.Perlu waktu lebih dari 46 tahun terus menerus untuk paham Al-Qur''''an karena Nabi perlu waktu 23 tahun untuk paham
0
0
Kiyai sekarang dah beda sama kyai dulu, klo kiyai sekarang sudah berbau politik yg banyak dustanya dan material. Sehingga kiyai skrg sudah kurang disegani oleh masyarakat.
0
0
anda terlalu lebay
Wajib Baca!
X