indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengungsi Syiah Sampang Diminta Pindah ke Sidoarjo

Pengungsi Syiah Sampang Diminta Pindah ke Sidoarjo

Seorang warga Syiah mengunjungi rumahnya yang telah menjadi puing akibat dibakar massa ketika terjadi korban konflik SARA di desa Karang Gayam, Sampang, Madura, kemarin. Foto diambil Senin, (8/27). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Jawa Timur meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membantu upaya pemindahan lokasi pengungsi korban Syiah dari Gelanggang Olah Raga Sampang ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kompleks pasar induk Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.

"Ini bukan untuk mengusir. Kami murni ingin membantu mereka," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, seusai bertemu dengan beberapa komisioner Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di ruang kerjanya Jumat, 7 September 2012.

Menurut Syaifullah, GOR Sampang tidak didesain untuk pengungsi sehingga fasilitas yang disedikan sangat minim. "Pengungsi juga butuh melampiaskan kebutuhan biologis dan ini tidak mungkin kalau di GOR Sampang," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Rencana ini setidaknya juga sudah disampaikan kepada pimpinan Syiah Sampang, Tajul Muluk, serta dikonsultasikan kepada Ahlulbait Indonesia (organisasi yang menaungi Syiah Sampang). Namun, hingga saat ini, baik Tajul maupun Ahlulbait memang belum bersedia dan tetap ngotot untuk menetap sementara di GOR Sampang.

"Kalau di rusun kan enak. Mereka kami sediakan rumah gratis. Listrik, air, dan kebutuhan makan nanti kami tanggung," katanya.

Menanggapi permintaan ini, komisioner Komnas HAM, Kabul Supriyadhie, berjanji akan membicarakannya dengan para pengungsi. "Nanti akan kami sampaikan. Usulan ini saya rasa cukup baik karena ini bukan relokasi hanya penampungan sementara," kata dia.

Para warga Syiah Sampang hingga kini masih bertahan di pengungsian setelah pada 26 Agustus lalu rumah mereka di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, luluh lantak dibakar massa.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita Terpopuler:
Utang Bakrie Rp 21,4 triliun dan US$ 5,7 miliar

Gaet Ronaldo, Langkahi Dulu Mayat Fergie

Karena Pidato, Michelle Obama Jadi Trending Topic

Hormati Ferguson, Ronaldo Ogah ke City

Dari Solo, Jokowi Sapa Warga Jakarta dengan Skype

Indonesia Miliki Cadangan Minyak Sawit Tersembunyi

Keterangan TerdugaTeroris Ada yang Janggal

Tersangka Teror Solo Minta Maaf

Lumia 920, Isi Ulang Tanpa Kabel

Pameran Pembangunan di Mal Berkesan Kampanye?

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Jangan2 ini awal dari relokasi. Pura2 sementara tapi jadi permanen. Komnas HAM , LPSK harus buat MOU resmi bahwa ini bukan relokasi.
Wajib Baca!
X