indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Di SMP, Munir Pernah Ranking 180 dari 200 Siswa

Di SMP, Munir Pernah Ranking 180 dari 200 Siswa

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Sahabat Munir menggelar aksi mengenang 8 tahun pembunuhan Munir di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/9). ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta -Hingga akhir hayatnya, Munir dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia yang berani, gigih, dan pantang menyerah. Tapi siapa sangka Munir kecil tak begitu menonjol di bangku sekolahnya terutama soal prestasi akademis.

Bahkan saat ia belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Batu (SMPN 1) Malang, nilai rapornya berada di bawah teman-temannya. Hal ini diungkapkan Alimah, guru Munir di SMPN 1 Batu dalam film dokumenter tentang Munir yang berjudul Kiri Hijau Kanan Merah, produksi Watchdoc dan KASUM.

"Rankingnya 180 dari 200 siswa," kata Alimah menunjuk rapor Munir sambil tersenyum.

Munir juga tak cakap dalam pelajaran bahasa Inggris. Nilainya sangat "standar" malah bisa dikatakan jelek. "Nilai bahasa Inggrisnya 6, 6, 6, 5, 5, dan 6. Di bawah rata-rata," kata Alimah dalam film pendek yang disutradarai jurnalis muda Dandhy D. Laksono.

Ratna, salah seorang guru bahasa Inggris yang masih mengajar di sekolah tersebut mengakui kemajuan Munir dalam mempraktekkan bahasa asing. "Dia sudah pandai di KontraS itu. Bahasa Inggrisnya sudah lancar, sering ke luar negeri," kata dia bangga.

Soal kemajuan Munir berkomunikasi dalam bahasa Inggris ini rupanya juga dirasakan oleh mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti. Menurut dia, Munir sempat memilih menggunakan bahasa Indonesia ketimbang Inggris saat mengikuti sebuah konferensi di Australia.

Tapi, dua tahun kemudian saat menghadiri konferensi internasional di Universitas Parahyangan, Bandung, ia sudah berani berpidato dalam bahasa Inggris. "Wah, kemajuan bahasa Inggrisnya pesat sekali dalam dua tahun, walau kadang-kadang masih patah-patah juga," kata dia.

MUNAWWAROH

Berita Terkait
EDISI KHUSUS: Sewindu Munir
Jika Saja Munir Punya Akun Twitter

Diidolakan Munir, Ini Komentar Iwan Fals

Aktivis Aceh Usulkan Munir Jadi Pahlawan

Kisah Munir dan Motor Tuanya

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X