Lin Chi Wei: Grup Bakrie Punya 9 Nyawa

Lin Chi Wei: Grup Bakrie Punya 9 Nyawa

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Lin Che Wei dari PT Independent Research & Advisory Indonesia juga tak yakin Grup Bakrie bakal ambruk walau mengakui ini krisis terparah yang pernah mereka alami. Demikian terungkap dalam laporan majalah Tempo edisi 10 September 2012 berjudul "Tsunami Utang Bakrie".

Ia mencatat Bakrie pernah bermasalah dengan Bank Nusa Nasional miliknya pada 1999, lalu luapan lumpur Lapindo pada 2006, dan dua tahun kemudian terjadi persoalan suspensi perdagangan saham Bumi yang menyeret Menteri Keuangan waktu itu, Sri Mulyani Indrawati. "Ibaratnya, kucing bernyawa sembilan, baru mati lima," ujarnya sambil tertawa Kamis pekan lalu.

Che Wei menuturkan, ketangguhan Bakrie ditopang beberapa hal. Keberuntungan Bakrie tak bisa dilepaskan dari siklus bisnis batu bara. Grup Bakrie juga memiliki daya tawar yang tinggi dalam merestrukturisasi utang karena aset tambang batu bara yang begitu bernilai.

Ia menyebutkan tambang anak usaha Bumi, PT Kaltim Prima Coal, seluas 90.938 hektare merupakan yang terbaik di dunia. Dukungan beberapa partai politik di parlemen pun sangat efektif menyokong bisnisnya. Lewat jejaring politik serta bisnis itu, Bakrie bisa menggerakkan pemerintah daerah. Kemampuan perusahaan Bakrie merawat pasar modal juga mesti diacungi jempol. "Mereka murah hati kepada bro­ker," tuturnya.

Tapi petinggi Grup Bakrie mungkin harus waspada. Setidaknya diperlukan dana US$ 4 miliar agar keluarga Bakrie tetap memegang kendali perusahaan-perusahaannya. "Kalau tak ada talangan itu, keluarga Bakrie bisa jatuh miskin dalam satu-dua tahun ini," kata seorang politikus Partai Golkar yang dekat dengan keluarga Bakrie, Rabu pekan lalu.

Sebagai nakhoda utama bisnis keluarga, Nirwan Bakrie kabarnya sudah mendekati banyak pemilik modal besar, baik di dalam maupun luar negeri. Produsen rokok Djarum asal Kudus termasuk yang dilobi, mengingat kelompok usaha itu juga merambah bisnis perbankan dan properti. Djarum disebut-sebut sempat kepincut pada tawaran Nirwan, adik kandung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. "Keluarga Djarum hanya percaya kepada Nirwan. Mereka tak percaya kepada anak-anak Pak Aburizal." Toh, pendekatan itu berakhir tanpa hasil.

Seorang analis di perusahaan ekuitas membisikkan bahwa Grup Sinar Mas juga diincar. "Kalau Sinar Mas mau, ini saatnya mereka makan habis Bakrie," ucapnya. Bahkan kabarnya BTEL sudah ditawarkan kepada perusahaan operator jaringan seharga Rp 500 miliar. Sayangnya, Nirwan dan Indra Bakrie tak bisa memberi penjelasan karena sedang di luar negeri. "Enaknya nanti saya jelaskan secara tatap muka," tulis Indra Bakrie dalam pesan pendek melalui telepon seluler. Adapun Presiden Komisaris Bumi Samin Tan, ketika ditemui Tempo, tak mau memberi komentar.

JOBPIE SUGIHARTO | TOMI ARYANTO

Berita Terpopuler Lainnya:
Golkar Diminta Tidak Tersandera Bisnis Bakrie
Utang Bakrie Rp 21,4 triliun dan US$ 5,7 Miliar

Panin Sekuritas: Indeks Akan Menuju ke 4.200

Tsunami Utang Bakrie
Pencalonan Ical Rentan Korupsi Politik

Komentar (6)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
great!
0
0
Berikut Sembilan Nyawa tsb : 1.RUGI 2.BUNTUNG 3.BANGKRUT 4.PAILIT 5.GULUNG TIKAR 6.CARI UTANG KE BANK / KREDITOR 7.MENGHINDARI KREDITOR 8.MENGEMIS BANTUAN 9.JUAL SEMUA PERUSAHAAN BAKRIE BROTHERS......& Ngutang lageeeee....
0
1
bakrie pny bnyk nyawa karena emang dia pencabut nyawa masyarakat indonesia, termasuk keluarga saya yang udh jd korban asuransi jiwa bakrie dan lapindo
0
0
9 nyawa 9 bayangan
0
0
hayooo loh, semua asetnya di jual kayak kacang goreng. tahun ini karma loh buat anda Aburizal Bakrie yang tidak melunasi hak-hak korban Lapindo. semua pengusaha di dekati buat beli perusahaan bakrie ini. semua bangkut terus mau nyalon jadi Presiden RI? mungkin cocoknya Presiden Republik Utang kaleee
Selanjutnya
Wajib Baca!
X