Tawuran Dari Atas Truk Semen, Satu Pelajar Tewas

Tawuran Dari Atas Truk Semen, Satu Pelajar Tewas

Barang bukti gir motor, senjata tajam yang disita polisi saat terjadi tawuran pelajar, di rilis di Polda Metro Jaya, Jum'at (20/4). Polisi mengamankan 73 siswa dari 2 sekolah di Bekasi dan 1 sekolah di Jakarta Barat. Tempo/Tony Haratawan

TEMPO.CO, Depok-Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan tewas dalam tawuran dengan sesama pelajar di Pancoran Mas, Depok, Rabu 12 September 2012. Dedi Triyuda, 17 tahun, siswa kelas dua SMK Baskara dibacok dengan celurit dan dilempari batu.

"Ada satu orang memakai celurit dan langsung bacok dan ada yang melempari batu," kata rekan korban, Muhammad Irfan, 18 tahun, saat ditemui di Markas Polsek Pancoran Mas, Depok, Rabu 12 September 2012.

Irfan mengatakan, tawuran terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu dia dan 11 temannya pulang sekolah dengan menumpang truk semen. Saat mereka melewati Jalan Raya Sawangan mereka berpapasan dengan sekitar 25 siswa yang disebutkannya berasal dari SMK Pancoran Mas.

"Baskara...Baskara," kata Irfan menirukan seruan yang lalu terdengar dari kelompok pelajar lainnya itu. Serangan pun terjadi.

Hujan batu menyergap mereka yang dia atas bak truk yang kebetulan juga sedang melaju pelan karena jalan menurun dan jelang persimpangan. "Mereka melempar batu dan satu membawa celurit," kata Irfan.

Meski tak berlangsung lama, serangan itu didapati menyebabkan Dedi terluka parah di bagian paha dan kepala. Irfan dkk turun di depan mal Depok Trade Center dan menghentikan seorang pengendara motor untuk membawa Dedi ke klinik atau rumah sakit terdekat. "Dia tidak sampai klinik," kata Irfan.

Kepala Polsek Pancoran, Komisaris Agus Salim, mengatakan telah memeriksa 20 saksi. Mereka terdiri dari 13 Siswa SMK Baskara, 6 dari SMK Pancoran Mas, 4 warga, dan seorang Satpam. "Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," kata dia.

Wakil Kepala Polsek Panmas Ajun Komisaris Ibnu Salim Prasojo mengatakan, kedua sekolah telah sejak lama bermusuhan. "Beberapa saat lalu juga kita sudah melakukn mediasi antara dua sekolah ini," katanya.

ILHAM TIRTA

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Mantab, Kurang satu. Teruskan!
Wajib Baca!
X