Foto Topless Kate Muncul di Majalah Prancis

Foto Topless Kate Muncul di Majalah Prancis

Skandal foto Kate Middleton

TEMPO.CO, Paris -- Majalah terbitan Prancis, Closer, memuat beberapa foto topless Catherine (Kate) Middleton bersama suaminya, Pangeran William. Lima halaman majalah itu memuat foto-foto pribadi pasangan ini saat berlibur di Chateau D'Autet di wilayah Provence, Prancis selatan, pekan lalu. Puri itu dimiliki Viscount Linley, anak Putri Margaret.

Kate terlihat mengenakan bikini berwarna hitam dan putih. Dalam salah satu foto, William sedang menaburkan tabir surya di punggung istrinya. Pada bagian lain, Kate sedang bersantai di kursi lipat seraya melepas dan membetulkan bra yang dikenakannya.

Laman media itu menuliskan judul: "Oh Tuhan! Foto yang akan segera tersebar ke seluruh dunia ... Ratu masa depan Inggris yang belum pernah Anda lihat sebelumnya ... dan Anda tidak akan pernah melihatnya lagi!"

Foto-foto itu telah menciptakan hiruk-pikuk media di seluruh dunia dan kembali mempermalukan keluarga kerajaan. Sebelumnya, foto bugil saudara William, Pangeran Harry, saat liburan di Las Vegas awal bulan lalu telah mencoreng kewibawaan Kerajaan Inggris.

Menurut sumber Kerajaan Inggris, Pangeran William dan istrinya merasa sangat sedih dengan pemuatan foto-foto itu. Foto itu, lanjutnya, telah menodai kegembiraan tur Asia-Pasifik mereka. "Insiden itu, jika benar, memutar waktu kembali ke 15 tahun lalu," kata seorang sumber kerajaan yang mendampingi pasangan ini di Malaysia. Saat itu, Putri Diana meninggal dalam kecelakaan mobil saat melarikan diri dari paparazi di Paris pada tahun 1997.

Ia melanjutkan, kerajaan sedang menyelidiki keaslian foto itu. Laurence Pieau, editor Closer, mengatakan foto itu akan menemani rasa malu Pangeran Harry. "Ia akan merasa "tidak sendirian" ketika foto itu diterbitkan," katanya.

TELEGRAPH | ASIAONE | EKO ARI


 


 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X