Masalah Kemanan DKI, Pro-Foke Tersulut Joko Widodo

(dari kiri), Calon Wakil Gubernur Nachrowi Ramli, Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Ketua KPU Pusat, Kapolri Jendral Timur Pradopo, Ketua DPR RI, Marzuki Alie, Mendagri Gamawan Fauzi, Cawagub Basuki T. Purnama, Ketua KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar dan Ketua Panwaslu, Ramdansyah berfoto bersama usai deklarasi damai Pemilukada DKI Jakarta 2012 di silang Monas, Jakarta, Kamis (13/9). TEMPO/Dasril Roszandi
Grafis Terkait
Foto Terkait
TEMPO.CO, Jakarta -Emosi pendukung Fauzi-Nachrowi tersulut gara-gara ucapan Joko Widodo dalam debat kandidat sesi dua. Ketika itu, penantang Fauzi Bowo itu menyatakan gubernur DKI tidak berhasil mengatasi masalah kemanan Jakarta.
Joko Widodo mengambil contoh masalah kemanan itu seperti kasus bentrok Ampera dan Mbah Priok yang menelan korban jiwa.
Fauzi membela diri dengan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memegang kendali. Joko Widodo pun mencoba menyerang lagi. Ia mengatakan tidak mungkin terkendali kalau terjadi konflik.
Rupanya debat dua kandidat ini memicu selentingan dari para pendukung Fauzi Bowo. Mereka pun berteriak, "emangnya Solo kagak rusuh."
Putra pertama Fauzi Bowo, Humar Ambiya di barisan pendukung Fauzi-Nachrowi ikut tersulut emosinya. "Solo juga rusuh," kata dia.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Berita Terpopuler
Diserang Video Gadis Kotak-Kotak, Kubu Jokowi Cuek
Alasan Jokowi Tak Hadir di Deklarasi Damai
Jokowi Kunjungi Basis Pendukung Foke
Faisal Basri Bantah Dukung Fauzi Bowo
Kubu Foke Bantah Bikin Video Gadis Kotak-Kotak


