indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

William Gugat Media Pemuat Foto Telanjang Istrinya

William Gugat Media Pemuat Foto Telanjang Istrinya

Skandal foto Kate Middleton

TEMPO.CO, London - Istana St James hari ini menegaskan bahwa Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, meluncurkan tindakan hukum atas pelanggaran privasi terhadap penerbit majalah Closer. Majalah yang terbit di Prancis ini dalam edisi terbaru memuat foto-foto telanjang dada pasangan bergelar Duke dan Duchess of Cambridge itu.

Tujuan pasangan kerajaan itu meluncurkan proses hukum adalah untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut dari gambar itu. Perincian tindakan hukum datang setelah muncul foto yang menunjukkan posisi fotografer yang diyakini telah mengambil gambar kontroversial mereka. Hal ini dianggap lebih dari setengah mil jauhnya dari tempat pasangan Kerajaan Inggris ini tinggal selama berlibur di kawasan resort ternama di Provence, Prancis.

Mengkonfirmasikan tindakan hukum yang akan diambil, Istana St James mengumumkan, pengacaranya akan menempuh jalur hukum melalui pengadilan Prancis.

Foto-foto itu diambil pekan lalu di Chateau D'Autet, lokasi liburan mewah di Provence, yang dimiliki oleh Viscount Linley, keponakan Ratu. Keduanya singgah di tempat ini sebelum memulai lawatannya ke Asia. Foto-foto itu dipajang di halaman muka majalah ini, dengan judul "World Exclusive; Kate and William in Provence: Oh My God!"

Mitra penerbitan Closer di Inggris menyebutkan gambar itu 'mengganggu dan ofensif', dan sekarang meninjau kembali lisensi mereka. Penerbit Bauer Media, yang menerbitkan Closer versi Inggris, menyatakan 'ngeri' dengan foto-foto itu. Paul Keenan, Chief Executive Bauer Media, mengatakan, pihaknya meminta mitra Prancisnya untuk menarik gambar dan menahan diri untuk menerbitkan gambar-gambar itu lebih lanjut.

"Kami menyesalkan publikasi gambar-gambar mengganggu dan ofensif, dan telah meminta agar mereka mencopotnya dari situs Web dan menghentikan penerbitan setiap gambar lebih lanjut," katanya.

Sebuah sumber pengadilan mengatakan tuntutan keluarga kerajaan itu adalah tentang pelanggaran kehidupan pribadi. Sidang pertama diharapkan akan digelar di Nanterre, Senin pekan depan. Bila terbukti bersalah, Laurence Pieau, editor Closer, dan fotografer yang terlibat dalam pengambilan gambar, bisa dihukum satu tahun penjara dan denda paling banyak 45 ribu euro.

MAIL ONLINE | TRIP B


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X