indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pembocor Ijazah Palsu Paku Alam IX Segera Diusut

Pembocor Ijazah Palsu Paku Alam IX Segera Diusut

KGPAA Paku Alam IX memasuki Bangsal Kencono sebelum pembacaan Sabda Tama (pernyataan raja) di Bangsal Kencono, Kraton Yogyakarta, Kamis (10/05). Dalam pernyataannya, Sultan menegaskan bahwa Kraton Yogyakarta dan Kraton Puro Pakualaman merupakan satu kesatuan yang utuh, dan bahwa Yogyakarta memiliki tata peraturannya sendiri meskipun telah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan memeriksa Arifin Wardiyanto, pelapor dugaan ijazah palsu milik Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA) Paku Alam IX, ihwal dari mana Arifin mendapatkan dokumen atau mengetahui ijazah yang diduga palsu itu. "Jadi kami usut dari situ sampai mengerucut. Baru kemudian memanggil PA IX," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Kris Erlangga Aji Widjaja, Senin, 17 September 2012.

Arifin melaporkan dugaan ijazah palsu milik Paku Alam IX ke Polda DIY kemarin. Sebelumnya, pada 9 September lalu, Arifin selaku warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta, melaporkan hal yang sama ke Markas Besar Kepolisian RI. "Memang tidak ada kerugian material. Tapi saya sebagai warga DIY merasa telah ditipu selama 10 tahun karena wakil gubernur saya pakai ijazah palsu," kata Arifin saat ditemui di Markas Polda DIY.

Menurut Kris, pengusutan kebenaran dugaan ijazah palsu itu dilakukan untuk memastikan laporan yang disampaikan Arifin, apakah benar atau tidak. "Orang yang membuat laporan mestinya enggak main-main. Punya bukti pendukung. Kalau keterangannya enggak tepat, ya, laporannya enggak benar," kata Kris. Dia menegaskan bahwa Polda DIY tak sungkan menangani kasus dugaan ijazah palsu Paku Alam IX ini.

Arifin mengaku mendapatkan data itu dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DIY. Hanya, dia menolak menyebutkan identitas orang tersebut. "Saya harus merahasiakan identitas sumber saya," kata Arifin.

Menurut Arifin, dia melaporkan dugaan ijazah palsu itu ke Polda DIY setelah dia mendapat informasi bahwa Mabes Polri menyurati Polda DIY untuk menindaklanjuti kasus itu. Pada surat tanda bukti lapor Polda DIY tertanggal 17 September itu, disebutkan bahwa Arifin adalah pelapor dengan terlapor Paku Alam IX dan korban masyarakat Yogyakarta.

Arifin sebelumnya dikenal lantaran menyilet dahinya hingga berdarah saat menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta pada 15 September 2011. Arifin juga pernah melakukan demonstrasi di alun-alun utara Keraton Yogyakarta guna menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek CDMA yang diduga melibatkan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. "Saya baru tahu soal ijazah palsu itu tiga pekan lalu. Jadi, kalau isu ijazah palsu ini pernah muncul 2000-an lalu, saya enggak tahu," kata Arifin, yang membantah tudingan bahwa dirinya berkaitan dengan kelompok pro-pemilihan.

Arifin membeberkan alasan ijazah sekolah menengah atas Paku Alam IX, yang saat itu memakai nama kecil Ambar Kusumo, itu diduga palsu, antara lain ijazah itu dikeluarkan pada 1959 dengan memakai ejaan yang disempurnakan (EYD), yakni kata “Yogyakarta” menggunakan huruf "Y", bukan "J". “Padahal EYD baru digunakan pada 1972. Seharusnya, pada ijazah 1959 tertulis "Jogjakarta",” kata Arifin. Kedua, tak ada nama terang di bawah penanda tangan ijazah. “Mestinya, PA IX ikut ujian kesetaraan di Kejar Paket C atau mengurus surat kehilangan ijazah. Bukan memalsu ijazah,” kata Arifin.

Tudingan Arifin itu dibantah adik Paku Alam IX, Kanjeng Pangeran Haryo Tjondrokusumo. "Enggak ada yang benar (tuduhan) itu," katanya kepada Tempo. Bahkan keluarga sudah menyerahkan kasus itu kepada tim verifikasi DPRD DIY untuk memastikan ijazah itu palsu atau tidak. “Silakan tanya ke DPRD DIY.”

Sebelumnya, Tempo menunjukkan fotokopi ijazah Paku Alam IX yang diperoleh dari Arifin. Menurut Tjondro, fotokopi ijazah itu memang ijazah Paku Alam IX. “Itu (fotokopi ijazah) memang ijazah asli,” katanya. Menurut dia, fotokopi ijazah itu pula yang dia pakai untuk memenuhi persyaratan sebagai Wakil Gubernur DIY pada 2001 dan fotokopi ijazah itu juga yang diserahkan kepada DPRD saat ini. Untuk menguatkan keaslian ijazah itu, juga disertakan buku induk SMA 1 yang memuat data tentang BHRM Ambar Kusumo dan kumpulan nilai yang ada di ijazahnya.

PITO AGUSTIN RUDIANA | PRIBADI WICAKSONO

Berita lain:
Pilkada DKI: Agama Yes, Prabowo No

50 Foto Topless Kate Middleton Ada di Majalah Chi

Selingkuhan Rooney dan Balotelli Hamil

Survei: Foke Versus Jokowi, Kalah Tipis

Di Hotel Ini, Pengguna Toilet Diintip Pejalan Kaki

Polisi Anggap 20 Penyidik di KPK Ilegal

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Yogya istimewa gub dan wagub kan penetapan - mau ijazah palsu atau bodoh tetep bisa menjabat - yg penting jangan keminter ikut ngatur atur atau korupsi -- dijamin selamet sampai keturunan berikutnya
Wajib Baca!
X