Ahok Minta Maaf Pada Orang Tegal

Rabu, 19 September 2012 | 11:47 WIB

Ahok Minta Maaf Pada Orang Tegal
Calon wakil Gubenur Basuki T. Purnama (Ahok) berbicara disaksikan Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli saat acara Deklarasi Damai Pilkada DKI jakarta Putaran Kedua, di silang Monas Jakarta, Kamis (13/9). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, melalui tim suksesnya, merilis pernyataan maaf kepada semua pengelola Warteg yang merasa tersinggung dengan ucapannya pada saat debat publik Ahad 16 September 2012 lalu.

"Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dengan pernyataan saya. Saya tegaskan sekali lagi bahwa kami tidak ada maksud negatif," kata Ahok melalui tim suksesnya Budi Purnomo kepada Tempo, Selasa 18 September 2012.

Ahok meminta pernyataannya tersebut jangan dipolitisasi atau dibenturkan dengan pengusaha warteg. "Maksud dari pernyataan saya waktu itu adalah agar manajemen transportasi yang memerlukan teknologi dan biaya tinggi itu jangan dikelola dengan manajemen tidak tepat," ujar Ahok. Tapi, lanjutnya, dikelola dengan manajemen yang sesuai dengan tata kelola manajemen transportasi yang baik dan benar.

Menurutnya, jika hal itu bisa dilakukan pasti akan mengurangi masalah transportasi yang kini menjadi beban berat warga Jakarta. "Tidak ada maksud negatif bahkan tidak mungkin Jokowi-Basuki berpikiran negatif terhadap pengusaha warteg."

Menurut Ahok, Bupati Tegal sudah jelas-jelas memberikan dukungan penuh kepadanya. "Pengusaha warteg yang tergabung dalam Koperasi Warteg Nusantara di rumah pengusaha Dimas Wahab menyatakan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Basuki bersama sejumlah selebritas Jakarta."

AFRILIA SURYANIS

Berita Terpopuler:
Kalla: Jadi Gubernur Jakarta Tak Susah-Susah Amat

Beri Masukan Jokowi, ProJakarta Undang Jusuf Kalla

Jokowi: Ada Kejutan di Pilkada Putaran Kedua

Haiya Ahok Bikin Nachrowi Populer di Internet

iPhone 5 Punya Keyboard Laser?

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan