indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

400-an Orang Demo Konjen AS dan Prancis

400-an Orang Demo Konjen AS dan Prancis

Massa dari Gabungan Masyarakat Islam Surabaya (GAMIS) serta Front Pemuda Pecinta Nabi melakukan aksi di bekas Konsulat AS di jalan DR Sutomo, Surabaya, Jumat (9/21). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 400-an orang dari Gerakan Masyarakat Islam Surabaya (Gemas) Surabaya mendatangi bekas kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Jumat, 21 September 2012.

Dengan membawa aneka poster dan spanduk, massa umat Islam menentang pembuatan film Innocence of Moslems yang dibuat oleh seorang warga Amerika. Sebelum mendatangi bekas kantor Konsulat Jenderal AS di Jalan Dr Soetomo, massa yang mayoritas berasal dari Jamaah Ansharut Tauhit serta Front Pemuda Pembela Nabi ini sempat long march dari Masjid Al-fallah.

Mereka menyusuri kawasan Jalan Darmo dan sempat berhenti sejenak di seberang jalan restoran cepat saji McDonald. Karena restoran tutup, massa lantas melanjutkan long march menuju Jalan Dr Soetomo. "Kami rela mati daripada hidup di tengah nabi kami yang dihina. Kafiruna, aljihad-aljihad," kata juru bicara aksi, Zulkarnain Yusuf.

Di depan bekas Konsulat, massa yang mengenakan penutup mulut ini juga terus menggelar beragam orasi mengecam pemerintahan Amerika. Unjuk rasa dikawal ketat aparat kepolisian sehingga massa aksi tak bisa mendekati gedung.

Seusai berunjuk rasa, massa lantas bergerak kembali menuju restoran cepat saji McDonald yang memang tak jauh dari bekas kantor Konsulat Jenderal Amerika. Massa aksi juga akan mendatangi kantor Konsulat Jenderal Prancis di Jalan Ratna, Surabaya.

Gerakan Masyarakat Islam Surabaya (Gemas) kemudian menyegel restoran cepat saji McDonald, Pizza Hut, serta KFC di sepanjang Jalan Darmo, Surabaya. Dari pantauan Tempo, penyegelan dilakukan meski ketiga restoran tersebut tutup. Awalnya, massa mendatangi McDonald. Setelah orasi sejenak, perwakilan massa lantas menempelkan kertas putih bertuliskan "Disegel Umat Islam". "Sebagian laba restoran ini untuk mendanai gerakan anti-Islam," kata kata juru bicara aksi, Zulkarnain Yusuf.

Penyegelan sempat diwarnai kericuhan karena penyegel sempat dihalang-halangi aparat. Setelah aparat mengalah dan membiarkan massa menempelkan kertas segel, kericuhan berhenti dan massa melanjutkan long march menuju Konsulat Jenderal Prancis yang berada di Jalan Ratna, Surabaya.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita Terpopuler
10 Tuduhan Baru untuk ‘The Joker’ Colorado

Inggris Wajibkan Prajurit Wanita Jalani Tes Hamil

Soal Kartun Nabi, Muslim Diminta Menahan Diri

Komik Nabi Muhammad, Demo Besar di Iran

1.800 Aparat Amankan Konjen AS di Surabaya