Relawan Jokowi-Ahok Punya Tugas Baru

Relawan Jokowi-Ahok Punya Tugas Baru

(Depan, dari kiri) Puan Maharani, Basuki Tjahaya Purnama, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat acara silaturrahmi relawan dan pendukung Jakarta Baru di gedung Tennis Indoor Senayan, Minggu 2 September 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO , Jakarta - Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama meraih kemenangan sementara pemilihan gubernur DKI Jakarta versi perhitungan sementara (quick count). Kemenangan Jokowi dan Basuki ini tak lepas dari relawan mesin partai yang meraih massa. Paska kemenangan ini, relawan-relawan Jokowi akan beralih fungsi menjadi pemantau dan pengawas kebijakan dan program.

Direktur Eksekutif Cyrus Network yang juga Koordinator Relawan Jakarta Baru, Hasan Nasbi menyatakan bahwa relawan Jakarta Baru kini menanggalkan tugas meraih massa untuk Jokowi. "Mereka akan kembali menjadi warga Jakarta yang baik, mendukung program pemerintah, harus kritis dan tidak boleh tutup mata," kata Hasan di Jakarta, Jumat, 21 September 2012.

Relawan Jakarta Baru terdiri dari 15 ribu personel, mereka adalah tulang punggung Jokowi selama masa kampanye. Bekerja dengan sistem komando, saat kampanye mereka menggiring massa pendukung, menjadi massa dalam kampanye demi kemenangan Jokowi. 15 ribu relawan ini ditempatkan di tingkat RT, RW, kelurahan sampai kecamatan demi meraih massa.

Menjadi corong Jokowi selama kampanye, setelah kemenangan diraih, para relawan tidak akan melanjutkan fungsi tersebut. "Mereka mengawal, memastikan kebijakan Jokowi-Basuki pro publik. Kita harus ingatkan, bukan malah jadi juru bicara," katanya.

Menurut Hasan, karena mayoritas relawannya adalah pekerja dan mahasiswa, setelah pemiliham gubernur, mereka akan kembali pada aktivitasnya masing-masing. Hasan menyatakan tidak akan ada pembubaran secara resmi karena koordinasi yang terbina pun terjadi secara natural. "Tidak akan bicara bubar. Komunikasi, ikatan batinnya sudah kuat," katanya.

Senada dengan Hasan, Koordinator Relawan Sekretariat Bersama, Kris Budiharjo menyatakan relawannya kini akan berganti nama menjadi koalisi rakyat di mana fungsi utamanya adalah memantau kebijakan dan program Jokowi.

Relawan yang berjumlah 60 ribu ini selama masa kampanye bergerak meraih massa dari tingkat kecamatan sampai RT, berkampanye dari pintu ke pintu demi sebuah kemenangan. "Kini kami akan mengawal, tidak akan ada pembubaran, fungsi kami saja yang kini berubah," kata Kris hari ini.

Kris mengatakan tidak akan ada pembubaran karena relawan ini terbentuk secara sendirinya dan memiliki ideologi untuk menjadikan Jakarta yang lebih baik. Sistem bekerja selama menjadi pemantau pun tidak akan jauh berbeda dengan selama masa kampanye. "Dengan sistem komando yang sama di tiap tingkatan, kami akan terus mengawal," katanya.

ANANDA TERESIA

Berita terpopuler lainnya:
Ahok Bikin Grogi Tukang Bakso
Ditanya Soal Jokowi, Bibit Waluyo Berlalu

Relawan Jokowi Kumpul di Rumah Prijanto

4 Faktor Kemenangan Jokowi versi Lingkar Survei

Prabowo Minta Jokowi Tidak Banyak Bicara

Kata Pengamat Soal Kalahnya Foke versi Quick Count
Produsen Baju Kotak-kotak Pun Berpesta

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
ADIL KLO TIM RELAWAN PANTAU JOKOWI SEKALIGUS PANTAU JG RHOMA IRAMA,APA MASIH TUKANG KENCING WANITA GAK...?!! MASYARAKAT INDONESIA TUNGGU PUBLIKASI HASIL PANTAUANNYA ya....???!!! slamat memantau...
0
0
Inilah kelebihan tim sukses Jokowi-Ahok. Bukannya menuntut uang lelah, tapi justru mengawal kebijakan Jokowi. Kita harus kritis dan terus memantau, mengawasi supaya Jokowi tidak keluar dari jalur.