indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kisah Berangkat Haji dengan Kapal Laut (1)

Kisah Berangkat Haji dengan Kapal Laut (1)

Sejumlah calon jamaah haji yang akan berangkat menuju Madinah di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (21/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Mataram - Haji Mustofa, 65 tahun, tak pernah bisa melupakan pengalamannya berangkat haji menggunakan kapal laut pada 36 tahun silam. Warga Lingkungan Babakan Kebon, di pinggiran Kota Mataram itu, mengatakan pada usianya yang baru 29 tahun, ia meninggalkan empat putranya untuk perjalanan berbulan-bulan.

Mustofa berangkat haji pertama kali tahun 1976 dengan KM Gunung Jati. Ia berangkat dari Pelabuhan Lembar, singgah di Tanjung Perak, Surabaya, hingga tiba di Jedah selama 18 hari perjalanan laut.

Waktu yang diperlukan untuk menunaikan ibadah haji menggunakan transportasi kapal laut sekitar empat bulan. Lama waktu itu terdiri dari perjalanan laut selama 2x18 hari, ibadah Arbain selama 40 hari, tinggal di Madinah selama sembilan hari, dan berada di Mekah selama lebih dari 50 hari.

Lamanya perjalanan laut dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan. Mustofa mengingat kala itu ia berkesempatan menekuni belajar mengaji. "Bahkan, ada lomba mengaji," kata dia kepada Tempo, Senin, 24 September 2012. Di tengah perjalanan, tak jarang kapal harus berjibaku dengan ombak. Bahkan, kapal pun sempat menghadapi ombak besar.

Serunya perjalanan itu justru memunculkan nostalgia tersendiri bagi Mustofa. Ketika sampai di sana kepuasan pun muncul. "Tidak bisa direken berapa kali ngecup Hajar Aswad setelah tawaf," kata dia.

SUPRIYANTHO KHAFID

Berita Haji Terpopuler
DPR Setuju 40 Persen Dana Haji Disimpan di Giro

Jemaah Haji Asal Ternate Bawa Bekal Abon Ikan

Hamil Muda, 3 Calon Haji Batal Naik Pesawat

Kisah Haji Tiga Dekade Silam (3)

Kisah Haji Tiga Dekade Silam (2)

Kisah Haji Tiga Dekade Silam (1)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan